Terduga Teroris, Dimakamkam di Cianjur

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

Terduga Teroris, Dimakamkam di Cianjur
CIANJUR – Jasad terduga teroris yang diketahui bernama Helmi Agus Salim (20), dimakamkan di sebuah pemakaman keluarga, di Kampung Bobojong, RT03/01, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Kamis (30/5/2013).  
 
Diketahui, Helmi Agus Salim merupakan pelaku pelempar bom molotov dan penganiayaan petugas polisi dengan menggunakan senjata tajam, di Tasikmalaya beberapa waktu lalu.
 
Berdasarkan pantauan, jasad anak dari pasangan ER, 54, dan NH, 43, itu tiba di pemakaman keluarga dengan luas sekitar dua hektare. Kedatangan almarhum disambut dengan spanduk bertuliskan "Kami menguburkan jenazah Hilmi bukan bentuk simpatik terhadap tindakannya. Bahkan kami mengutuk keras tindakannya. Tetapi karena fardu kifayah bagi umat silam".
 
Bahkan, pemakamam Salim di tempat tersebut menjadi perhatian masyarakat sekitar. Pasalnya, sebelumnya tempat tersebut sempat akan dijadikan tempat disemayamkannya Imam Samudra, teroris yang pernah meledakan bom di Bali namun masyarakat menolak hal tersebut sehingga niatannya diurungkan.
 
Kepala Desa Bobojong, Ayi Abdul Hakim, mengaku sempat kebingungan ketika mendengar dan mengetahui rencana tersebut. Namun, pihaknya tidak bisa melarang menyusul lahan tersebut merupakan milik pribadi.
 
“Kami bukan tidak setuju. Tapi kami merasa khawatir jika ada reaksi dari penguburan ini. Karena sebelumnya juga sempat ramai. Itu mengapa kami menyerahkan semuanya ke pihak pemilik pekarangan,” kata Kepala Desa Bobojong, Ayi Abdul Hakim.
 
Jelas Ayi, lokasi lahan tersebut milik tokoh masyarakat dan umat Islam di Kabupaten Cianjur. Bahkan, kata dia, sebelumnya pemilik lahan tersebut melalui sejumlah perwakilan sempat mendatanginya untuk mengajukan permohonan, untuk mengetahui jika ada pemakaman terduga teroris.
 
“Karena itu merupakan lahan pribadi kami tidak melarangnya. Jadi penguburan itu sifatnya bukan mendadak. Sebelumnya sudah memberitahukan dan sejumlah masyarakat pun sudah mengetahuinya,” ujarnya.
 
Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis), Chep Hermawan, mengatakan, jika lahan pemakaman untuk jasad Salim memang tanah miliknya. Namun, Chep membantah dengan tegas jika penguburan Salim ditempatnya tersebut sebagai bentuk mendukung perbuatan yang dilakukan Almarhum di Tasikmalaya.
 
“Sebagai umat islam berdosa besa jika membiarkan ada seorang muslim jasadnya dibiarkan begitu saja sampai nyaris 20 hari lebih di rumah sakit. Kami sebagai umat islam memiliki tugas fardu kifayah. Karena itu kami menguburkannya di tempat keluarga,” jelas Chep kepada wartawan.
 
Kata dia, sebelumnya pihak orangtua Salim sempat mengeluh kepada tim pengacara muslim (TMP), karena kesulitan mendapatkan tempat disemayamkannya jasad Salim. Pasalnya kampung halamannya dan sejumlah tempat menolak penguburan Salim dilakukan.
 
“Motivasi kami bukan sebagai suatu bentuk simpati atas langkahnya. Kami sendiri mengutuk tindakannya karena tindakannya itu merugikan umat islam,” tegasnya.
 
Bahkan, pihaknya mengaku tidak mengetahui sepak terjang Salim seperti yang dituduhkan. Dia, hanya mengetahui Salim sebagai pelaku pelempar bom molotov dan penganiayaan petugas polisi dengan menggunakan senjata tajam.
 
“Tindakan Salim itu pidana umum, dan belum tentu teroris atau bukan. Dia juga tidak dikenal dengan pejuang-pejuang radikal islam sebelumnya. Karena para pelaku aksi radikal sebelumnya pernah kami kumpulkan dan berjanji untuk tidak melakukan hal serupa. Karena itu saya jamin terorisme itu tidak akan terjadi lagi,” ungkapnya.
 
Pihaknya tidak menampik, jika penguburan Salim di tempatnya tersebut menjadi polemik di masyarakat. Karena, Salim merupakan terduga teroris dan masyarakat sebelumnya pernah menolak dengan keras disemayamkannya Imam Samudra di pekarangannya. Selain itu Salim diketahui bukan merupakan warga Kabupaten Cianjur.
 
“Sebetulnya hal tersebut tidak perlu dipersoalkan. Kami sudah sampaikan jika ini bukan karena kami simpatik. Tapi karena fardu kifayah. Dan ini tempat kami, bukan tempat umum. Kami mau mengubur siapa pun itu hak kami,” pungkasnya.
(hol)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Usai Bertemu Ahok, Buruh Ngotot UMP Naik 30%