JAKARTA - Munculnya sejumlah tokoh muda dalam survei elektabilitas calon presiden 2014 mengisyarakatkan kebosanan masyarakat terhadap figur-figur lama dalam pemilihan presiden dan wakil presiden.
Menurut Bard Of Advisor Center For Strategic and International Studies (CSIS), Jeffry Geovani, kondisi ini juga menandakan, kerinduan masyarakat akan capres-capres muda dalam hajat lima tahunan ini.
Seperti diketahui, muncul nama-nama seperti Gita Wirjawan, Marzuki Ali dan Mahfud MD, yang diprediksi bakal maju melalui konvensi Partai Demokrat. PDI Perjuangan juga memberikan sinyal bakal mengutus figur-figur muda mereka, seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, dan Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo.
Hal ini, kata Jeffry, diperkuat dengan pernyataan Puan Maharani bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah mengikhlaskan lahirnya generasi baru untuk suksesi Capres 2014.
“Sulit untuk menghindari kenyataan bahwa 2014 akan datang tokoh-tokoh dari generasi baru yang akan menjadi Presiden RI berikutnya,” kata Jeffry dalam rilisnya, Senin (3/6/2013).
Mengenai peluang calon-calon lama yang keukeuh akan maju di ajang Pilpres 2014, Jeffry mengakui bahwa kans mereka sangat tipis. “Semakin meredeup karena partai-partai menampilkan tokoh-tokoh dari generasi lama tidak dikehendaki oleh mayoritas masyarakat,” sambungnya.
Sementara itu peneliti Maarif Endang Tirtana berharap, tokoh muda tidak hanya ramai untuk jabatan eksekutif. Pemilihan anggota DPR dan DPD juga semestinya banyak diisi tokoh-tokoh muda.
“Untuk itu perlu didorong partisipasi aktif generasi muda baik sebagai pemilih, maupun sebagai kandidat. Saya sangat optimis anak-anak muda dapat mengambil peran dan kesempatan ini,” kata dia.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.