SAMPANG- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta dengan tegas mengatakan, partai hingga kini masih menunggu proses hukum mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dalam kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi yang membelit.
Bila LHI ternyata oleh pengadilan dinyatakan terbukti bersalah, maka mantan Sekjen PKS ini sebagai Presiden PKS segera meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.
"Kami di PKS adalah manusia biasa yang tidak luput dari khilaf. PKS tentu berharap (LHI) dinyatakan tidak bersalah, tetapi bila sebaliknya, saya wajib meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia," terang Anis.
Ini dikatakan Anis dalam dialog dengan 300 kiai, habaib, da tokoh masysrakat se-Madura. Dialog sendiri digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kabupaten Sampang ini juga dihadiri Wakil Bupati Sampang Fadilah Budiono.
Dalam dialognya, Anis Matta memaparkan pandangan tentang perlunya seluruh komponen umat Islam melupakan perbedaan kecil antara satu dengan yang lain. Menurut mantan Wakil Ketua DPR itu, seluruh kekuatan umat Islam sebaiknya fokus pada persamaan pemikiran atas banyak hal.
"Mari kita melupakan perbedaan kecil dan fokus pada kerja kerja besar kita bersama. Kita semua di sini memiliki persamaan pandangan terhadap banyak hal. Ini perlu agar umat Islam lebih menyatu dalam barisan yang besar dan kuat," papar Anis.
Dunia Barat, khususnya di Amerika Serikat dan Eropa, dalam beberapa tahun belakangan memiliki minat kuat untuk mengenal Islam yang sesungguhnya. Pada saat yang sama, tandas Anis, masyarakat Barat melihat Indonesia sebagai wajah Islam yang damai.
"Indonesia sekarang menjadi model, sebab di tengah banyaknya mazhab dan keragaman etnis maupun kelompok, kita tetap damai. Berbeda dengan saudara kita di belahan dunia lain yang justru terus bertikai," ulas Presiden PKS lagi.
Dalam dialog, beberapa ulama dan tokoh masyarakat Madura mengamini pandangan Anis Matta. Persatuan kekuatan umat Islam, kata mereka, juga menjadi impian pemuka warga Madura.
Presiden PKS dan rombongan DPP PKS berada di Madura dalam rangkaian safari silaturahim se-Jawa dan Indonesia bagian Timur. Sebelumnya, pertemuan serupa digelar di Jawa Barat, Yogyakarta, kemudian Jawa Timur.
Selanjutkan di Maluku, Sulawesi Tenggara, dan di rencanakan di tutup di Sulawesi Selatan pada 9 Juni mendatang.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.