Komisi V Minta Pemukul Pramugari Diberikan Hukuman Setimpal

|

Komisi V Minta Pemukul Pramugari Diberikan Hukuman Setimpal
JAKARTA - Anggota Komisi V DPR Saleh Husin menyayangkan insiden pemukulan yang dilakukan oleh seorang pejabat Bangka Belitung terhadap pramugari Sriwijaya Air.
 
Menurutnya, seorang pejabat seharusnya tahu akibat menyalahkan handphone saat melakukan penerbangan.
 
"Itu sudah sangat keterlaluan. Harusnya pejabat tahu akibat dari mengaktifkan handphone dalam pesawat akan mengganggu sistem frekuensi dan komunikasi dari pesawat itu sendiri," kata Anggota Komisi V dari Fraksi Partai Hanura, Saleh Husin kepada Okezone di Jakarta, Kamis (6/6/2013) malam.
 
Saleh mendukung upaya pramugari yang melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Dia berharap agar kepolisian memberikan hukuman setimpal kepada pelaku.
 
"Agar tidak terulang kembali kejadian serupa dan ada efek jera atas keangkukahan si pejabat," tegas Sekretaris Fraksi Partai Hanura ini.
 
Sebelumnya, Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka, Zakaria Umar Hadi memukul pramugari Sriwijaya Air, Febriani. Penganiayaan itu terjadi di dalam pesawat penerbangan dari Jakarta menuju Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.
 
Kejadian itu berawal saat rekan korban sesama pramugari menegur Zakaria untuk mematikan telepon genggam milik Zakaria, karena pesawat sudah mau take off. Teguran itu ternyata membangkitkan emosi Zakaria. Febriani yang melihat kejadian itu pun langsung menegur Zakaria.
 
Bundelan koran yang digulung Zakaria sebesar kepalan tangan mendarat ke pipi dan kuping Febi hingga memar. Korban merasa kesakitan dan melaporkan kasus itu ke Polsek Pangkalan Baru, Pangkal Pinang.
(cns)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tolak Ahok, FPI Cs Salawatan di Jalan