Divonis Penjara, Bocah 11 Tahun Mengadu ke YLBHI

|

Divonis Penjara, Bocah 11 Tahun Mengadu ke YLBHI

JAKARTA - DYS, bocah berumur 11 tahun yang divonis bersalah dan dipenjara selama 66 hari oleh Majelis Hakim pengadilan Pematang Siantar, Medan, Sumatera Utara, karena telah melakukan pencurian ponsel dan laptop meminta advokasi ke Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta, Sabtu (8/6/2013).

Bocah tersebut mendatangi kantor YLBHI sekira pukul 13.30 WIB. Dengan mengenakan topeng, bocah itu memasuki gedung YLBHI. Tak lama berselang, Seto Mulyadi, Dewan Pembina Perlindungan Anak, dan Sekjen KPAI, Muhamad Ichsan juga terlihat datang, beserta para komisioner YLBHI.

Upaya hukum ini dilakukan, karena proses putusan terhadap bocah tersebut diduga terjadi pelanggaran. Menurut Kak Seto, sapaan akrab Seto Mulyadi, sebetulnya DYS merupakan anak yang belum berusia 12 tahun saat putusan dijatuhkan, seharusnya berdasarkan UU No 3 tahun 1997 sebagaimana telah di diputuskan dalam uji materi oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada tahun 2010, dimana intinya, yang tadinya  anak berumur 8 tahun bisa dikenakan pidana menjadi anak dibawah 12 tahun yang melakukan pidana dikembalikan kepada orangtua atau ke Dinas Sosial.

"Artinya anak yang belum berumur 12 tahun itu tidak dipidana, tapi polisi bisa mengembalikan ke orangtua, kalau orangtua  tidak mampu, bisa diserahkan ke Dinas Sosial," katanya di kantor YLBHI, Jakarta Pusat.

Selain itu, sambung Kak Seto, proses penahanan terhadap DYS juga bermasalah, karena dia dicampur dengan 23 orang narapidana dewasa lainnya. "Adik ini memang mencuri handphone, tapi dipenjara bersama 23 orang dewasa, di dalam dia mendapat intimidasi,  diperintah untuk melakkukan berbagai hal, intinya di dalam diperbudak disuruh-suruh," tukasnya.

Untuk itu, melalui YLBHI, pihaknya berharap bantuan untuk melakukan langkah hukum agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sementara itu, ditambahkan Komisioner KPAI, Muhamad Ichsan, melalui bantuan YLBHI dia berharap vonis yang diberikan kepada Dys bisa batal demi hukum. "Mesti dibatalkan demi hukum, mudah-mudahan teman-teman media bisa mengawal kasus ini, " tuturnya.

Sebelumnya, DYS disangkakan telah melakukan pencurian handphone dan laptop, kasus itu dibawa ke ranah kepolisian, hingga masuk ke pengadilan, dan akhirnya DYS dijatuhkan vonis oleh Majelis Hakim Roziyanti untuk menjalani masa tahanan dipenjara selama 66 hari.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    90 Ribu Surat Tilang Beredar Selama Operasi Zebra