Takut Peserta Membludak, Panlok 50 Surabaya Siapkan Kuota Ekstra

|

Ilustrasi : ITS

Takut Peserta Membludak, Panlok 50 Surabaya Siapkan Kuota Ekstra
JAKARTA - Humas dari Panlok 50 Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Surabaya Bekti Cahyo Hidayanto membeberkan jumlah pendaftar di Panlok 50 Surabaya per 6 Juni 2013. Dia menyebut, pada hari yang sedianya menjadi hari terakhir pendaftaran itu, kuota pendaftaran SBMPTN di Panlok 50 Surabaya telah hampir 100 persen.

Dosen Jurusan Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu menjelaskan, jumlah tersebut meliputi tiga jurusan yang tersedia. "Untuk keseluruhan pendaftar bidang jurusan sains dan teknologi (saintek), sosial-humaniora (soshum), dan campuran telah mencapai 96 persen. Itupun dihitung sejak kemarin sore," ungkap Bekti, seperti dikutip dari ITS Online, Sabtu (8/5/2013).

Secara rinci, lanjutnya, jumlah yang dipatok untuk jurusan saintek sebanyak 16.600 pendaftar. Sedangkan, per 6 Juni 2013, jumlah pendaftar sudah menembus angka 15.981. Jumlah tersebut belum termasuk rekapan data pendaftar pada 7 Juni 2013.

"Untuk bidang jurusan soshum, jumlah peminat yang resmi terdaftar sebanyak 13.505 pendaftar. Sedangkan kuota yang disediakan sebanyak 14.060 pendaftar. Kemudian, bidang jurusan campuran dipatok kuota sebesar 7.140 pendaftar, sedangkan yang telah resmi terdaftar sebanyak 6.819 peserta," paparnya.

Oleh karena itu, Bekti mengaku telah menyiapkan cadangan kuota untuk mengatasi jumlah pendaftar yang melebihi batas. Untuk jurusan saintek disiapkan cadangan 400 peserta, soshum 940 peserta, dan terakhir bidang jurusan campuran mendapat kuota lebih banyak yakni 2.860 peserta.

"Jadi jika ditotal dengan cadangan, itu jadinya tidak lebih dari 42 ribu. Jumlah perkiraan kuota ini melihat perbandingan dariĀ  jumlah pendaftar ujian tulis tahun kemarin, yakni sebanyak 42.307 peserta," tuturnya. (mrg)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Solusi Mencegah Terjadinya Kekerasan di Sekolah