Kirim Misil ke Suriah, Rusia Wajib Beritahu Turki

Foto : Misil S-300 (RIA Novosti)

Kirim Misil ke Suriah, Rusia Wajib Beritahu Turki
MOSKOW - Rusia sudah berjanji untuk mengirimkan Misil S-300 ke Suriah sebagai alat pertahanan, namun Rusia wajib memberitahu Turki 15 hari sebelum mereka mendistribusikan senjata tersebut. Kewajiban itu sudah tercantum dalam Montreux Straits Convention yang ditandatangani pada 1936.

Lewat perjanjian lawas tersebut, Turki dinyatakan menguasai Selat Bosporus dan Dardanelles yang menjadi jalur transportasi laut. Dan selama ini, Rusia memang belum pernah memberikan pengumuman kepada Turki mengenai pengiriman senjata itu. Suriah sempat mengklaim misil rusia sudah tiba di negaranya, namun Rusia akhirnya membantah pernyataan itu.

"Bila ada pengiriman (misil), Kementerian Luar Negeri Rusia wajib memberi tahu kami. Bila tidak, Turki berhak melakukan intervensi dan menyita amunisi yang ada dalam kapal itu, karena dianggap mengancam keamanan negara lain," ujar salah seorang pejabat Turki yang menolak memberitahu identitasnya, seperti dikutip Today Zaman, Senin (10/6/2013).

Pejabat itu pun menambahkan, selama ini Rusia sempat meminta izin ke Turki ketika kapal-kapal perangnya hendak melintas di wilayah itu. Sebagai otoritas yang berwenang, Turki akan melakukan pengawasan. Mereka pun diperbolehkan masuk ke dalam kapal-kapal tersebut.

Seperti diketahui, perjanjian penjualan Misil S-300 itu sudah disepakati pada 2010 antara Rusia dan Presiden Bashar al-Assad. Namun pada 4 Juni, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia belum menyelesaikan kontrak penjualan senjata canggih itu ke Suriah.

Pengiriman senjata pertahanan itu cukup dikhawatirkan Barat dan juga Israel. Pasalnya, Misil S-300 akan meningkatkan kapabilitas pertahanan Suriah dengan cukup signifikan. Senjata itu pun bisa mempersulit penerapan zona larangan terbang ke negara Arab tersebut. (AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Romy Pesimis SDA Bisa Gelar Muktamar Tandingan