JAKARTA - Seirng dilibatkannya anak-anak dalam setiap penyelenggaraan pemilu maupun pilkada, menjadi perhatian khusus dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Menurut Ketua Bawaslu Muhammad, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pemilu untuk mencegah terjadinya eksploitasi pada anak-anak.
"Mohon dimasa-masa kampanye itu, benar-benar anak dikontrol oleh sekolah. Saya sudah bilang juga pada menteri pendidikan dan kebudayaan. Jangan sampai karena jadwal ibunya kampanye, anak-anak tidak sekolah," kata Muhammad di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2013).
Muhammad menuturkan, anak-anak selalu menjadi korban eksploitasi terutama pada saat kampanye. Dikatakan Muhammad, banyak penelitian masif yang mengungkapkan alasan ibu yang membawa anak pada saat kampanye karena tidak ada yang menjaganya di rumah.
"Bapaknya ngurus kampanye, ibunya diundang kampanye, anaknya siapa yang ngurus? Daripada terlantar di rumah, mendingan dibawa," tuturnya.
Lebih lanjut, Muhammad juga menyarankan agar pengawasan pemilu ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu tetapi juga menjadi tanggung jawab semua pihak.
"Jadi kita harap betul-betul tidak hanya persoalan pemberdayaan perempuan, tapi juga perlindungan anak pada masa kampanye," pungkasnya.
(Catur Nugroho Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.