JAKARTA - Pemangkasan jumlah jamaah haji hingga 20 persen dari pemerintah Arab Saudi, tak hanya mengecewakan bagi para jamaah saja. Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Anggito Abimanyu menyatakan, pihak pemerintah pun turut kecewa dengan hal itu. Pasalnya, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi sangat mendadak.
"Padahal, pelunasan sudah selesai, sudah terdaftar, tinggal manasik saja. Tiba-tiba ada kebijakan seperti ini," ujar Anggito saat ditemui di Gedung MNC Plaza, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2013).
Bahkan, Anggito menilai kebijakan yang terbilang dadakan itu tidak hanya mencederai Indonesia, melainkan seluruh dunia. "Ini mendadak dan tidak dikonsultasikan, satu minggu tidak ada tanda-tanda. Arab Saudi tidak hanya mencederai rencana Indonesia, tapi seluruh dunia," terangnya.
Karena itu, Anggito menjelaskan bahwa jajarannya di Kementerian Agama, akan melakukan negosiasi dengan pemerintah Arab Saudi.
"Satu, lakukan lobi dan diplomasi. Kedua, jika kebijakan ini tak bisa dihindari, maka kami menghitung kompinsasi untuk melakukan upaya kembali. Mulai dari permintaan maksimum kuota haji pada permintaan dasar, atau melunasi, tidak dilakukan pengurangan bagi jamaah yang telah melunasi biaya haji," jelasnya.
Namun, bila upaya yang dilakukannya itu mengalami kegagalan, terutama mengenai jamaah yang telah melunasi biaya haji dan tetap mendapati pemotongan ganti rugi, maka pihak Kemenag akan memprioritaskan jamaah tersebut pada tahun 2014. "Kalau ada biaya tambahan, tidak akan kita kenakan," tegasnya.
Jamaah haji yang diberangkan dari Indonesia pada ibadah tahun ini, kata Anggito, adalah jamaah yang sehat dan tidak memiliki handicap, karena bisa membahayakan jamaah sendiri.
Atas kebijakan pemotongan kuota jamaah haji sebesar 20 persen tersebut, Anggito berharap masyarakat agar dapat lebih bersabar. "Kami akan terus mengupayakan agar Indonesia mendapatkan kuota dasar pada tahun depan," tutupnya.
(Misbahol Munir)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.