JAKARTA - Dana penyelenggara Pemilu 2014 yang diperkirakan mencapai Rp16 triliun, tentunya sangat rentan dengan penyimpangan.
Untuk itu, Ray Rangkuti dari Lingkar Madani Indonesia, Said Salahudin dari SIGMA Indonesia, dan Uchok Sky Khadafi (Seknas FITRA) meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk lebih transparan dalam pengelolaan anggaran tersebut.
"Dana ini dua kali lipat dari dana yang dibutuhkan pada Pemilu 2009 lalu yang mencapai Rp8,5 triliun. Menteri Keuangan menyatakan bahwa untuk tahun 2013 saja telah dikucurkan dana senilai Rp8,1 triliun untuk KPU dan Rp1 triliun untuk Bawaslu," kata Direktur Lima, Ray Rangkuti di gedung Bawaslu RI, Jakarta, Rabu (19/6/2013).
Total anggaran untuk Pemilu pada tahun 2013 mencapai Rp9,1 triliun. Dana awal ini, telah melampaui dana yang dipergunakan untuk keseluruhan pelaksanaan Pemilu pada 2009.
Saat ini yang menjadi persoalan apakah anggaran digelontorkan itu memenuhi prinsip efisiensi, tepat guna, murah dan transparan diterapkan dalam pengelolaan dana penyelenggara Pemilu oleh penyelenggara Pemilu itu sendiri.
"Informasi penggunaan dana negara sebesar itu tidak cukup terdengar dan diketahui kalangana masyarakat tentang apa, berapa dan kemana dana tersebut dipergunakan," ujarnya.
Sementara, Said Salahudin mengatakan dalam penggunaan anggaran Pemilu sebelumnya, juga banyak ditemukann tindakan yang dinilai pemborosan. Seperti melakukan kegiatan di hotel-hotel mewah.
"Kenapa harus di hotel-hotel mewah, di luar kota, kan ini tidak efisien. Kira-kira itu yang ingin kita ingatkan kedepan agar acara yang diadakan Bawaslu bisa lebih hemat efisien, daripada keluar kota dan harus mahal-mahal," tambahnya.
Lebih lanjut, Said menuturkan transparasi anggaran yang dilakukan kedua lembaga penyelenggara ini, diharapkan bisa menjadi contoh bagaimana mengelola dana negara dengan prinsip-prinsip efisiensi, tepat guna, murah dan tranparan.
(Catur Nugroho Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.