JAKARTA - Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dinilai tidak tepat diberikan sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Demikain disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP PARMUSI), Bachtiar Chamsyah. "BLSM hanya psikologis saja, hanya empat bulan ke depan saja. Saya tidak suka," ujar Bachtiar Chamsyah kepada wartawan di Kantor PP Parmusi Tebet Dalam IV E, No 29 J, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2013).
Program yang paling tepat untuk mengalihkan subsidi melalui kenaikan harga BBM, kata Mantan Mensos ini, adalag mengentaskan penderitaan rakyat tidak mampu dengan Program Keluarga Harapan.
"Program keluarga harapan, diberikan kepada mereka yang sekolah, berobat dan ibu hamil itu yang benar kenapa tidak memakai itu, kan itu program jangka panjang dan pengawasannya secara ketat," tegasnya.
"Tidak ada kaitannya kenaikan harga BBM dengan BLSM," tegasnya.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.