Image

Polisi Tembak Satpam, Kapolda Evaluasi Penggunaan Senpi

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

SEMARANG - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Dwi Priyatno, akan memberlakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan senjata api (senpi) anggotanya. Kapolda juga memerintahkan jajarannya untuk memperketat psikotes untuk memperoleh senpi.

"Saya sudah perintahkan untuk memperketat penyerahan senpi kepada anggota. Harus diawasi betul. Sebaliknya, anggota yang mendapatkan jatah senpi harus lolos psikotes. Itu tesnya harus diperketat juga," tegas Dwi.

Orang nomor satu di jajaran Kepolisan Jawa Tengah itu menduga, ada yang salah dalam pengawasan penggunaan senpi. Dia memperkirakan sanksi ringan dan tidak tegas dalam pelaksanaannya membuat penggunaan senpi menjadi masalah. Dugaan lain adalah lemahnya pengawasan pimpinan kepada anggotanya.

"Saya akan evaluasi lagi sistem pengawasan penggunaan senpi. Pengetatan kepemilikan senpi dan penggunaannya akan saya prioritaskan. Sudah saya perintahkan untuk mengevaluasi dan menegakkan aturan sesuai prosedur penggunaan senpi. Artinya, setiap anggota yang akan memiliki atau menggunakan senpi dinas, harus mengikuti tes, psikotes ketat. Selektifitas prioritas sesuai fungsi tugas operasional yang diemban," kata Kapolda.

Kapolda menerangkan, tidak semua anggota Polri harus menggunakan senpi dalam bertugas. Penggunaan senpi harus disesuaikan dengan tugas fungsionalnya, keterbatasan jumlah senpi dan anggota juga harus diperhatikan.

Seperti diberitakan, seorang pegawai perusahaan jasa pengisian uang ATM, Nuki Nugroho (25), warga RT 03/05, Kelurahan Lamper Tengah, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, tewas ditembak seorang oknum polisi, pada Sabtu, 15 Juni 2013 dini hari. Korban tertembak di kepala belakang hingga tembus ke depan saat sedang tidur. 

(tbn)
Live Streaming
Logo
breaking news x