Anas: BLSM Sarat Muatan Politik

Jum'at, 21 Juni 2013 18:13 wib | Hartoyo - Sindo TV

Anas Urbaningrum Anas Urbaningrum PURWOREJO- Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, menilai program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang akan diberikan pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak, sarat dengan muatan politik.

Kata Anas, pemerintah seharusnya memberikan porsi terbesar kompensasi kenaikan BBM pada kegiatan pemberdayaan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan pembangunan infrastruktur.

“Akan banyak tafsir politik yang disematkan kepada pemerintah sebagai 'operator' penyalur BLSM. Kurang setahun lagi ada pemilu, tentu siapapun akan menilai kalau bantuan itu bermuatan politik,” kata Anas, di Purworejo, Jumat (21/6/2013).

Anas meyakini BLSM ada kaitannya dengan politik . “BLSM memang perlu ada, untuk membantu masyarakat yang betul-betul tidak mampu agar bisa menghadapi lonjakan kenaikan BBM. Namun program itu bukan untuk jangka panjang  karena mendidik mental masyarakat menjadi pengemis,” katanya.

Seharusnya, kata Anas, harga BBM dinaikkan dua atau tiga tahun lalu dengan diikuti pembagian BLSM, sehingga cenderung tidak bermuatan politik. Anas melihat, masalah APBN terbebani subsidi yang menjadi alasan pemerintah menaikkan BBM, sudah ada sejak dua atau tiga tahun lalu.

Selain itu, Anas mengatakan penyaluran BLSM rentan menimbulkan konflik di masyarakat. “Perbedaan data penerima BLSM diperkirakan akan menjadi sumber perselisihan,” tutupnya.

Seperti diketahui, rencananya pemerintah telah mengalokasikan dana BLSM senilai Rp9,3 triliun. Dana tersebut akan diditribusikan kepada 15,5 juta kepala keluarga miskin di Indonesia.
(Hartoyo/Sindo TV/ugo)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »