Besaran Uang Kuliah Tunggal UNS 2013 Stabil

|

Ilustrasi. (Foto: okezone)

Besaran Uang Kuliah Tunggal UNS 2013 Stabil

SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) telah menetapkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berlaku 2013 ini pada umumnya sama dengan UKT tahun sebelumnya. Kalau pun ada kenaikan, hanya pada beberapa program studi saja, seperti program studi Pendidikan Dokter.

"UKT 2013 ini sesuai dengan PMDP UNS yang diterima dari mahasiswa sebagai kontribusi biaya pendidikan. Jumlahnya sebesar Rp235 miliar," ungkap Pembantu Rektor I UNS bidang Keuangan, Prof Dr. Jamal Wiwoho, SH, MH kepada wartawan, Senin (24/6/2013).

Sesuai juklak dari pusat, kata Jamal, UKT UNS untuk tahun akademik 2013/2014 dihitung berdasarkan penghitungan cost structure analysis (CSA) atau sistem akuntansi untuk menghitung biaya riil yang dibutuhkan seorang mahasiswa untuk menempuh pendidikan hingga selesai.

Namun besaran biaya kuliah yang dipungut kepada mahasiswa selalu lebih rendah dari CSA karena ada komponen yang disubsidi atau dibiayai oleh pemerintah.

"CSA yang diajukan setiap program studi berbeda antara satu sama lain karena CSA disusun berdasarkan activity based costing (ABC) atau model pembayaran berbasis kinerja," jelasnya.

Pembantu Rektor II UNS bidang Keuangan mengatakan, bahwa sistem UKT menjadikan biaya kuliah justru lebih meringankan mahasiswa, transparan, dan mencegah terjadinya pungutan-pungutan lain selama masa studi. Mahasiswa tidak perlu membayar biaya-biaya lain seperti SPMA, BOP, dan SPP.

Terkait kenaikan dan penurunan UKT di sejumlah program studi, Jamal mencontohkan kenaikan untuk UKT di Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran. Tahun lalu UKT di prodi tersebut sebesar Rp5,49 juta per semester menjadi Rp6,8 juta per semester.

Sedang yang mengalami penurunan UKT adalah untuk jalur swadana atau mereka yang masuk melalui jalur UMBPT dari yang semula Rp21,9 juta per semester menjadi Rp17 juta per semester.

(ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rizal Ramli Dicecar soal Penerbitan SKL BLBI