Turki Masih Rusuh, Perdana Menteri Bela Polisi

Foto : Kerusuhan di Turki (Reuters)

Turki Masih Rusuh, Perdana Menteri Bela Polisi
ISTANBUL - Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan tetap membela kepolisian dalam menangani demonstran yang berunjuk rasa di Kota Istanbul. Seperti diketahui, polisi membalas aksi kerusuhan warga dengan menembakkan water cannon ke arah mereka.

"Kemarin, mereka (demonstran) ingin menduduki lapangan ini lagi. Polisi sudah bersikap sabar, ketika mereka tidak meninggalkan tempat ini, polisi terpaksa bersikap tegas untuk mengusir mereka," ujar Erdogan, seperti dikutip Reuters, Senin (24/6/2013).

Demonstrasi Turki tidak luput dari partisipasi warga pendukung Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang merupakan partai Erdogan. Erdogan memuji simpatisannya yang mengadakan demonstrasi tandingan untuk fraksi oposisi.

"Warga melihat permainan ini dari awal, dan mereka frustrasi akan hal ini. Mereka (demonstran oposisi) berpikir bahwa warga tidak akan bertindak, mereka akan membakar dan menghancurkan apapun di sini," paparnya.

Aksi yang digelar kemarin di Istanbul merupakan aksi kelima. Para pendukung oposisi menentang Erdogan yang sudah berkuasa selama 10 tahun di Turki.

Pada awalnya, demonstrasi itu merupakan sikap kecewa warga atas rencana pembangunan pusat perbelanjaan di Taman Gezi. Lambat laun, demonstrasi tersebut justru menjadi unjuk rasa anti-pemerintahan. Erdogan kerap dituduh mempraktikkan sistem otoritarian di negaranya.

Kementerian Dalam Negeri Turki mengestimasikan, 2,5 juta warganya berpartisipasi dalam unjuk rasa anti-pemerintah yang dimulai pada 31 Mei lalu. Demonstrasi besar itu juga dilaporkan sudah merugikan Turki puluhan dolar Amerika Serikat. Banyak bangunan yang rusak akibat diserang warga. (AUL)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kampus dengan Biaya Hidup Termurah di UK (1)