Keberadaan 250 Dinamit Masih 'Gelap'

|

Ilustrasi

Keberadaan 250 Dinamit Masih 'Gelap'

BANDUNG - Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi untuk menguak misteri hilangnya 250 batang dinamit. Dinamit itu hilang dalam perjalanan dari Subang menuju Bogor, kemarin.

Perkembangan terbaru, polisi sudah memeriksa 11 saksi. "Total ada 11 saksi yang sudah diperiksa," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Martinus Sitompul, saat dihubungi melalui telefon, Jumat (28/6/2013).

Mereka yang dimintai keterangan adalah tiga kernet, empat sopir truk yang mengantar bahan peledak (handak), satu pengawal, dua satpam, serta satu manajer perusahaan penerima lokasi PT Batu Sarana Persada.

Para saksi ditanya seputar rute perjalanan dan proses pengiriman bahan peledak dari gudang handak PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) di Subang hingga ke Bogor.

"Belum ada titik terang. Tapi yang jelas kami terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap ini," jelas Martin.

Seperti diberitakan, para Rabu, 26 Juni 2013 sore sekira pukul 14.30 WIB, empat truk Colt Diesel berangkat dari gudang bahan peledak (handak) PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) di Subang. Truk itu mengangkut handak jenis amonium nitrat sebanyak 30 ribu kilogram, dinamit dua ribu kilogram, dan detonator listrik empat ribu unit.

"Pukul 04.00 WIB keesokan harinya, truk tiba di lokasi PT Batusarana Persada. Pada pukul 07.30 WIB dilakukan pengecekan langsung oleh kru dan kepala teknik tambang PT Batusarana Persada," tutur Martinus.

Didapati, terpal penutup truk bernopol T 8952 TF sobek. Setelah dicek dua dus berisi 250 batang dinamit tidak ada. Namun belum bisa dipastikan motif kehilangan tersebut, apakah dicuri, jatuh, atau salah hitung saat pengiriman.

(ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    "Kartu Sakti" Jokowi Disebar di Jawa Timur