Kabut Asap Diduga Rusak Puluhan Hektare Tanaman Cabai

Ilustrasi, tanaman cabai rusak di Banyumas (foto: Saladdin Ayyubi/Sindo TV)

Kabut Asap Diduga Rusak Puluhan Hektare Tanaman Cabai
MADINA - Puluhan hektare tanaman cabai gunung mengering menyusul kabut asap menyelimuti Kabupaten Mandailin Natal (Madina), Sumatera Utara, sejak beberapa hari terakhir. Diperkirakan para petani merugi hingga belasan juta rupiah per hektare nya.
 
Tidak kurang dari 17 hektare lahan perkebunan cabai di sekitar Bukit Barisan dan Gunung Sorik Marapi terlihat kering dan layu baik pada buah maupun daunnya.
 
Memang para petani belum mengetahui pasti penyebab rusaknya tanaman cabai di kebun mereka. Apalagi kejadian ini baru pertama kali terjadi.

Seorang petani cabai, Rajab, mengatakan tanaman cabai mulai rusak pada kemarin petang. Anehnya, kerusakan itu cepat merembet ke tanaman cabai lain yang sebelumnya tidak rusak.

“Ada lima hektare punya saya yang rusak. Harusnya awal bulan Ramadan hingga menjelang lebaran saya sudah dipanen,” ujarnya di lokasi, Sabtu (29/6/2013).

Dia menjelaskan, untuk satu hektar lahan biasanya memperoleh keuntungan sekira Rp35 juta hingga Rp50 juta. Namun kini harus menelan kerugian hingga Rp15 juta per hektarnya.

Dia menduga, kerusakan itu dipicu kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Madina sejak beberapa hari terakhir. Kabut asap diperkirakan berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah di Riau, yang jaraknya memang tidak terpaut jauh dari kabupaten tersebut.

Menurutnya, tanaman cabai gunung memang dikenal rentan. Sehingga para petani harus melakukan perawatan ekstra untuk mendapatkan hasil maksimal. (ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    NasDem Klaim Punya Banyak Kader Untuk Kabinet Jokowi