Kisah Briptu Rani Berujung Pemecatan

|

Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni (Foto: Youtube)

Kisah Briptu Rani Berujung Pemecatan
SURABAYA - Briptu Rani Indah Yuni Nugraheni dinyatakan bersalah dan diberhentikan dari kesatuannya, dalam sidang komisi kode etik Polri yang digelar di Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jawa Timur. Polwan cantik itu terbukti melakukan pelanggaran disiplin selama bertugas.

Dalam persidangan yang dipimpin Kabid Propam, Kombes Pol Tomsy Tohir, Briptu Rani dijatuhi hukuman pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), menyusul pelanggaran yang dilakukan selama berdinas di Polres Bojonegero dan Polres Mojokerto.

"Keputusan itu diberikan karena berbagai kesalahan dan pelanggaran yang telah dilakukan Briptu Rani,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, AKP Awy Setiyono di Surabaya.

Dia menguraikan, pelanggaran polwan cantik berusia 25 tahun tersebut, di antaranya mangkir atau tidak masuk kerja dalam kurun waktu lama, serta tidak melaksanakan surat keputusan hukum disiplin (SKHD).

Dalam persidangan yang digelar kemarin, Rani didampingi ibu, paman, dan adiknya. Sidang berlangsung tertutup. Dia juga ditetapkan menjalani masa hukuman selama 21 hari dengan ditempatkan di tempat khusus di Bid Propam Polda Jatim.

Meski dijatuhi hukuman terbilang berat, majelis hakim tetap mempersilahkan Briptu Rani untuk mengajukan banding.

Nama Briptu Rani mencuat ke permukaan setelah ditetapkan sebagai DPO oleh Polres Mojokerto, karena empat bulan tidak berdinas. Muncul dugaan, tindakan tersebut lantaran masalah percintaan, foto syur, dan pelecehan seksual yang menderanya.

Keluarga menuding Kapolres Mojokerto, AKBP Eko Pujinugroho adalah pelaku pelecehan tersebut. Setelah menjalani sidang kode etik secara tertutup, Eko akhirnya dicopot dari jabatannya lantaran melakukan perbuatan tercela.

(ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Try Sutrisno Batal Jenguk Habibie