IKA PMII Nilai Sistem Ketatanegaraan Indonesia Salah Arah

Senin, 01 Juli 2013 19:08 wib | Fiddy Anggriawan - Okezone

Ilustrasi (Foto: dok Okezone) Ilustrasi (Foto: dok Okezone) JAKARTA - Belum meratanya kesejahteraan rakyat Indonesia, disebabkan karena kesalahan arah sistem ketatanegaraan Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Panitia Musyawarah Nasional Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII), Zaini Rahman.

"Ada dua unsur, satu unsur rakyat dan satunya unsur negara itu sendiri. Jadi, negaranya tidak diperkuat dan rakyatnya dipinggirkan. Berarti ada kesalahan sistem," jelas Zaini kepada wartawan di Gedung Bidakara, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Oleh karena itu, IKA PMII ingin menggali khasanah pemikiran Indonesia untuk memperbaiki sistem itu. "Kita ingin divisi mana saja dari segala aspek meliputi konstitusi, regulasi dan perundangan yang dianggap sudah keluar dari garis ke Indonesia-an ini diperbaiki," sambungnya.

Zaini mencontohkan, konstitusi Undang-undang Dasar hasil amandemen. Di satu sisi memang membawa hal positif, tapi di sisi lain telah membawa pengelolaan negara ini jauh dari tujuannya.

"Baik dari aspek struktur kenegaraan dan sistem politik, ekonomi dan ini akan memicu turunnya UU yang tidak pro kepada rakyat," tegasnya.

Oleh karena itu, seluruh Alumni PMII akan menggelar konsolidasi internal untuk memberikan gagasan secara internal.

"Kebetulan dua Partai Islam, yakni PKB dan PPP ketuanya adalah mantan Ketum PMII, yang selama ini secara gagasan tidak terkonsolidasikan. Sebab, sistem politiknya menuntut sangat praktis," jelas pria berpeci hitam itu.(ugo) (ydh)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA »