BENGKULU - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu melepasliarkan ratusan ekor anak penyu belimbing (tukik) atau saint dermochelys coriacea hasil penangkaran di kawasan wisata Pantai Panjang Kota Bengkulu.
Berlokasi di kawasan objek wisata Pasir Putih, Pantai Panjang, Kota Bengkulu, sebanyak 200 ekor tukik dilepas ke laut lepas. Kawasan tersebut dipilih karena sepanjang pantai Bengkulu merupakan habitat penyu.
Anak penyu berusia dua pekan itu merupakan hasil penangkaran pihak BKSDA Bengkulu sejak tiga bulan lalu. Anak-anak penyu itu tampak berjalan beriringan secara perlahan ke air laut. Pemandangan lucu tersebut mengundang gelak tawa bahagia pengunjung.
Tak hanya sebagai upaya pelestarian, kegiatan ini juga ditujukan sebagai wadah pengenalan dan imbauan kepada masyarakat untuk ikut serta menjaga dan melindungi satwa langka. Saint dermochelys coriacea merupakan salah satu hewan dari era mesozoic atau sudah hidup 180 juta tahun lalu.
Saat ini penyu belimbing semakin sulit ditemui. Hewan tersebut dijadikan bahan obat-obatan tradisional dan asesoris berbahan kulit. Bila tidak ada upaya menghentikan perburuan, diyakini dalam kurun lima tahun populasi satwa langkah itu di ambang kepunahan, bahkan musnah.
Pihak BKSDA Bengkulu berencana akan melepasliarkan kembali sedikitnya 400 ekor tukik dalam waktu dekat. Saat ini telur-telur tukik masih dalam masa penetasan di kawasan hutan cagar alam Air Hitam di Kabupaten Mukomuko.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.