Polisi Ungkap Fakta Baru dalam Kasus Pemerkosaan Wartawati

|

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

Polisi Ungkap Fakta Baru dalam Kasus Pemerkosaan Wartawati

JAKARTA - Kasus dugaan pemerkosaan yang dialami wartawati televisi berinisial MC kian mengerucut. Polisi menemukan fakta terbaru, yakni MC ternyata mempunyai hubungan spesial dengan CK, rekan laki-laki di kantornya.

Hal itu terungkap, saat penyidik melakukan pemeriksaan terhadap keduannya. "Hasil dari pemeriksaan, MC dan CK mempunyai hubungan spesial," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/6/2013).

Polisi juga sudah melakukan tes kebohongan dengan menggunakan alat lie detector kepada keduanya dan hasilnya nanti akan dikonfirmasikan kembali kepada MC dan CK.

Kendati demikian, Rikwanto menolak menyimpulkan bahwa MC membuat laporan palsu, terkait dengan pemerkosaan dan kekerasan yang dialaminya di mulut gang di Jalan Pramuka Jakarta Timur. "Kami tidak bisa menduga-duga dan belum ada kesimpulan ke arah sana. Masih menunggu proses selanjutnya," tutupnya.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan menambahkan, percintaan MC dan CK sudah terjalin selama satu tahun. "Awalnya CK yang mengaku duluan, kemudian MC juga mengaku di depan suaminya," ujar Herry.

Kata Herry, suaminya sempat syok berat setelah mendengar langsung pengakuan yang keluar dari mulut wartawati berusia 31 tahun itu. "Suaminya sampai bilang 'tega lo ya, tega lo ya.' CK ini duda punya anak satu," kata Herry menirukan suara suami MC.

Kejanggalan dalam kasus dugaan pemerkosaan ini mencuat saat diketahui korban berbohong tentang pengakuannya. Kepada polisi MC mengaku seorang diri saat dianiaya dan diperkosa di mulut gang. Namun belakangan, seorang rekan MC berinisial CK mengaku mengantarnya saat itu. "Keterangan MC tidak benar, ternyata dia diantar temannya," tuturnya.

Herry menegaskan, kemungkinan terjadi tindakan pemerkosaan di lokasi kejadian sangat kecil. Karena, gang tersebut sangat sempit dan waktu kejadian masih sore, sekira pukul 18.20 WIB.

"Di TKP itu enggak sampai 1,5 meter lebarnya, dan tingginya juga enggak sampai 2,5 meter. Jadi, kalau ada orang yang berteriak akan mengeluarkan gema dan kemungkinan akan didengar orang lain," pungkasnya. (ded)

(ahm)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Muktamar PPP Kubu SDA Tak Kantongi Izin Polri