Serda Ucok Akui Serang Lapas Saat Apel Besar Kopassus

Tiga terdakwa anggota Kopassus (Foto: Prabowo/Okezone)

Serda Ucok Akui Serang Lapas Saat Apel Besar Kopassus
YOGYAKARTA - Saat menjadi saksi dalam sidang kasus penyerangan Lapas Cebongan, Komandan Grup 2 Kopassus, Kandang Menjangan, Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Letkol (Inf) Maruli Simanjuntak, juga membeberkan kronologi penyerangan serta pengakuan Serda Ucok dan rekan-rekannya.

Menurut Maruli, pada 19 Maret 2013 pukul 03.30 WIB, Maruli mengaku mendapat laporan bahwa ada anggotanya yang tewas akibat kecelakaan di Yogyakarta. Kemudian, pukul 05.00 WIB, bahwa penyebab kematian anggotanya karena dianiaya oleh sekelompok preman di Hugo's Kafe.

“Serka Heru Santoso. Kemudian, saya langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan mendapat konfirmasi kalau pelakunya sudah diamankan,” ungkap Maruli di Pengadilan Militer II/11 Yogyakarta, Rabu (3/7/2013).

Setelah itu, dia segera melakukan apel luar biasa dengan para anggota. Saat itu, ia menegaskan kepada para anggota bahwa kasus tersebut sudah ditangani polisi.

“Saya menekankan jangan main hakim sendiri. Serahkan pada yang berwajib," tuturnya.

Agar perhatian anggotanya teralihkan dari kasus tersebut, dia membuat beberapa kegiatan.

Namun, tampaknya usaha itu tidak berhasil. Pada Sabtu, 23 Juni 2013 pagi, Maruli mendapat laporan dari Danrem Yogyakarta kalau terjadi penyerangan di Lapas Cebongan. Empat pelaku penyerangan Serka Santoso tewas.

Kemudian, dia melakukan pengecekan materiil. Hasilnya, baik anggota dan senjata di gudang masih lengkap.

“Tidak termasuk yang di luar (latihan). Saya melihat pelaku bukan dari anggota kami,” katanya.

Selanjutnya, pada 29 Maret 2013, tim investigasi dari TNI AD datang ke Mako Kopassus. Paginya, 30 Maret 2013, ada penyampaian dari tim bila kasus penyerangan ini tidak terungkap maka citra TNI akan terpuruk.

“Penyampaian dilakukan saat apel luar biasa. Kemudian, Ucok yang pertama kali mengaku dan diikuti delapan orang lainnya,” jelasnya.

Setelah sembilan orang tersebut mengaku, mereka dipisahkan dari anggota lainnya pada apel tersebut.

“Mereka kemudian diperiksa oleh polisi militer, kami hanya memantau saja," ujarnya.
(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Singkirkan Kayu, Kakek Harso Ditahan