Kudeta Mesir Jadi Pelajaran untuk Indonesia

Kamis, 04 Juli 2013 13:05 wib | Bagus Santosa - Okezone

JAKARTA - Lengsernya Presiden Mesir Mohammad Morsi dari kekuasaannya lewat kudeta harus bisa menjadi pelajaran untuk Indonesia.

Anggota Komisi I DPR, Tantowi Yahya mengatakan, pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa itu adalah sekali terjadi penggulingan kekuasan secara anarkis maka pola seperti itu bisa terjadi pada periode berikutnya.

"Sekali pergantian kekuasaan secara anarkis terjadi, maka pergantian berikut dengan pola yang sama akan dengan mudah terjadi. Ini pelajaran bagus yang bisa kita petik," kata Tantowi saat dihubungi, Kamis (4/7/2013).

Politikus Partai Golkar itu tidak mau berandai-andai bila kudeta terjadi di Indonesia. Tantowi menjelaskan, sejarah kudeta tidak pernah terjadi dan dalam setiap proses pergantian kekuasaan di Indonesia selalu dengan cara yang konstitusional.

"Kudeta tidak ada dalam sejarah kita dan juga bukan tradisi kita. Kita tetap menghormati proses pergantian kekuasaan yang konstitusional. Kita harus memegang nasehat Taufiq Kiemas, demokrasi itu harus sesuai waktunya," terang Tantowi.

Sebagai negara sahabat, lanjutnya, Indonesia berharap agar krisis di Mesir cepat berlalu. "Militer, kita harapkan dapat menjalankan transisi pemerintahan dengan baik. Jangan sampai ada korban lagi," sambungnya.

Presiden Mesir Mohammad Morsi akhirnya lengser dari kekuasaannya. Militer Mesir mengumumkan bahwa Morsi tidak lagi menjabat sebagai Presiden. Konstitusi Mesir untuk sementara dibekukan. (trk)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERITA TERKAIT

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »