PKL Pasar Tanah Abang Ngaku Sewa Lapak kepada Mr P

|

Ilustrasi pembongkaran PKL (Foto: Heru/Okezone)

PKL Pasar Tanah Abang Ngaku Sewa Lapak kepada Mr P

JAKARTA - Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa menggelar dagangannya di area Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, menolak dipindahkan karena sudah membayar uang sewa kepada preman.

Seperti diakui Reno (39), salah seorang pedagang yang sudah berjualan pakaian selama 12 tahun itu. Dia mengaku membayar uang sewa sebesar Rp300 ribu per bulan. Kata dia, uang sewa bahkan terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Terlebih menjelang hari raya Idul Fitri.

"Mereka (preman) juga minta buat THR Rp 1,5 juta," katanya di Pasar Tanah Abang, Jumat (5/7/2013).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, mengamini keterangan Reno. Dari informasi yang dia peroleh, para PKL ini bahkan ada yang “dipalak” hingga belasan juta oleh sejumlah preman.

"Ada oknum yang nyewain lapak-lapak ini. Ada Mr P alias preman. Dalam setahun ada pedagang yang diminta Rp5 juta sampai Rp12 juta per tahunnya," kata Pristono di Pasar Tanah Abang.

Karena itu, pihaknya meminta oknum preman ini untuk menghentikan aksinya karena PKL ini cukup mengganggu lalu-lintas lantaran berjualan dengan memakan bahu jalan.

"Saya minta supaya berhenti, jadi tolong Mr P jangan melegalisasi hal seperti itu karena hal ini bukan untuk disewakan. Saat ini Kapolsek Tanah Abang juga sedang mencari siapa Mr P ini," tuturnya.

Dari informasi yang didapat pedagang, ujar Pristono, oknum preman ini bukan warga DKI Jakarta. "KTP-nya bukan DKI, tadi setelah di interview para pedagang, disebut oknum Mr P ini dari tiga kota luar, tapi saya tidak mau sebutkan," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kasie Satpol PP Kecamatan Tanah Abang, Madju siburian, mengaku tidak mengetahui bila ada oknum preman yang meminta uang sewa tersebut. "Kita enggak bisa jawab itu dan kita juga tak pernah mengatahui," ujarnya.

Bahkan, Madju mengaku tidak pernah mendapat laporan dari para pedagang bila ada oknum yang meminta uang sewa kepada para pedagang. "Kita juga tidak pernah mendapat laporan soal uang sewa itu dari pedagang," tukasnya.

(ded)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kasus TPI, Semua Pihak Harus Junjung Tinggi Arbitrase