Ramadan: Bulan Penuh Ampunan dan Berkah

|

Putra Agung. (Dok pribadi)

Ramadan: Bulan Penuh Ampunan dan Berkah

Ramadan merupakan bulan suci bagi umat muslim di dunia, tak terkecuali bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas adalah pemeluk agama Islam. Ramadan kali ini tidak sangat berbeda dengan Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh perbedaan penetapan pada 1 Ramadan antarapemerintah dan salah satu organisasi massa terbesar di Indonesia. Perbedaan penetapan 1 Ramadan ini disebabkan oleh metode yang digunakan oleh keduanya.

Namun jangan sampai hal tersebut mengurangi intensitas beribadah kita pada bulan yang penuh berkah ini. Ramadan menurut bahasa Arab artinya adalah panas yang membakar. Dalam Tafsir Durarur Mansur Jilid 1, halaman 335, disebutkan bahwa pada bulan Ramadan, Allah membakar dosa-dosa orang beriman, dan memberikan ampunan kepada mereka.

Pembakaran juga dapat berarti pembersihan, sebagaimana besi dibakar untuk dibersihkan dari karat dan lain sebagainya. Dengan adanya fakta di atas, dapat disimpulkan bahwa pada bulan Ramadan ini, Allah membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada umat muslim untuk senantiasa bertaubat dari dosa-dosa yang telah ia lakukan pada saat terdahulu.

Inilah waktu yang tepat untuk kita menyucikan diri, merenung, dan kembali menjadi muslim yang bersih hati, pikiran, dan tingkah lakunya. Ramadan merupakan bulan yang selalu ditunggu oleh banyak orang.

Motifnya sangat banyak, dari ingin mendapatkan baju baru untuk Lebaran, berkompetisi dengan teman sekolah untuk mendapatkan amalanya uminyah terbaik, menunggu buka puasa dengan orangtua atau teman-teman, hingga pergi ke masjid untuk mendapatkan makanan dan minuman buka puasa secara gratis.

Ramadan selalu membawa berkah kepada semua orang setiap ia datang. Bukan hanya kepada setiap muslim yang menjalankan ibadah wajib yakni puasa Ramadan namun kepada orang lain juga.

Menurut penuturan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, pada bulan Ramadan nanti stok bahan makanan pokok akan stabil atau mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain itu, harga-harganya juga dijamin tak akan melambung tajam karena akan diawasi secara simultan.

Bagi pedagang, hal tersebut sangat lah membantu guna menjaga kestabilan harga pasar. Sedangkan bagi konsumen, tidak perlu khawatir harga akan melambung tinggi karena stok telah mencukupi kebutuhan.

Berkah Ramadan sangat lah banyak, namun dilihat dari segi agama dan ekonomi hal ini sudah dapat menjadi acuan bagi setiap individu untuk memanfaatkan bulan ini guna meningkatkan aktivitas ibadah karena semua hal baik ada dalam satu bulan tersebut.

Putra Agung Prabowo

Mahasiswa Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Institut Pertanian Bogor (IPB)

(ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Korban Tukang Ojek Mesum Dipaksa Nonton Film Porno