Bandar Narkoba Jaringan Internasional Divonis Mati

Senin, 15 Juli 2013 20:53 wib | Awaludin - Okezone

Ilustrasi (Okezone) Ilustrasi (Okezone) JAKARTA - Freddy Budiman alias Budi, seorang bandar narkoba sindikat internasional, divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (15/7/2013).

Majelis hakim Aswandi menilai terdakwa terbukti memiliki jutaan pil ekstasi didalam truk kontainer yang ditangkap pada tahun 2012 lalu.

"Terdakwa terbukti secara sah, dan meyakinkan melanggar Pasal 114 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman mati," ujar Aswadi saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Hukuman mati terhadap Freddy, kata Aswandi, karena terdakwa telah mengaku pemilik ekstasi sebanyak 1,4 juta butir itu. "Terdakwa juga tidak pernah mengajukan keberatan, atau  menghadirkan saksi yang meringankan di persidangan," lanjutnya.

Aswandi pun menceritakan kejahatan yang telah dibuat oleh Freddy. Jutaan pil ekstasi itu berasal dari Cina dalam sebuah kontainer. Terdakwa berusaha mengelabui petugas Pelabuhan Tanjung Priok dengan mendaftarkan barang miliknya sebagai akuarium impor.

"Selain akuarium, terdakwa juga memasukkan jutaan pil ekstasi itu dalam bentuk 12 kardus besar yang didaftarkan sebagai akuarium," lanjutnya.

Freddy, kata Aswandi, awalnya hanya memesan pil haram tersebut sebanyak 500 butir. Namun, pengirim telah mengirim ekstasi sebanyak 1,4 juta butir, dengan alasan terdakwa memiliki jaringan narkoba yang tersebar di diskotik di Indonesia seperti, Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Bali, Makasar, dan Papua, dengan mendapatkan keuntungan 10 persen jika berhasil menjual kelebihan narkoba tersebut.

"Terdakwa mengatur pil ekstasi itu dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang," lanjutnya.

Selain itu, terdakwa telah memanfaatkan sejumlah kenalannya yang berada di dalam LP untuk mengeluarkan kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok. "Terdakwa juga mendapatkan gudang di Cengkareng untuk menyimpan ekstasi seberat empat ton. Dan Terdakwa membayar uang sebesar Rp 90 juta atas jasa pengurusan kontainer," lanjutnya.

Kata Aswandi, yang memberatkan terdakwa adalah, terdakwa telah melakukan kejahatan yang sama. Dan saat ini dia juga diketahui sedang menjalani hukuman penjara atas kasus narkotika.

Perlu diketahui sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ekstasi sebanyak 1.412.476 butir, dari sebuah kontainer yang dikirim dari pelabuhan Lianyung, Shenzhen, China dengan tujuan Jakarta pada tanggal 8 Mei 2012.

Selama beberapa hari kontainer tersebut sempat tertahan di Pelabuhan, lantaran belum terselesaikan administrasi. Dan pada tanggal 28 Juli 2012, akhirnya truk tersebut keluar setelah menyelesaikan admintrasi. Saat keluar di Pintu Tol Kamal, Cengkareng, truk yang telah mengangkut 1,4 juta pil ekstasi itu, ditangkap oleh BNN, dan diketahui pemiliknya bernama Ferddy yang masih berada didalam LP Cipinang. (put)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »