Video Porno Juragan Kain, Gemparkan Warga Boyolali

|

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

Video Porno Juragan Kain, Gemparkan Warga Boyolali

BOYOLALI - Kasus video porno beredar luas di Boyolali, Jawa Tengah. Pelakunya, pasangan selingkuh yang mengabadikan hubungan intim melalui kamera ponsel. Video berdurasi 28 menit 45 detik yang ini kasusnya sudah ditangani polisi, kini jadi buruan warga.

Peredaran video porno itu merebak dan menjadi perbincangan masyarakat, terutama para pedagang di Pasar Sunggingan, Boyolali. Pasalnya, kedua pemeran dalam video tersebut wajahnya sudah sangat familier dikenal para pedagang. Yang lebih mengejutkan, pelaku laki-laki diduga seorang haji.

Salah satu pedagang yang menolak menyebutkan identitasnya mengaku sudah melihat langsung video porno tersebut. Dalam tiga episode video porno, wajah keduanya tampak terlihat jelas terekam kamera. Pemeran laki-laki diperkirakan berusia 60 tahun dan yang perempuan diperkirakan berusia 45 tahun, diketahui juragan pakaian dan kain di lantai I Pasar Sunggingan.

"Saya sudah lihat video itu. Benar keduanya pedagang di Pasar Sunggingan. Yang laki-laki sudah haji. Bahkan kios mereka berdekatan. Semua pedagang di sini tahu mereka," papar pria berbadan gemuk yang berjualan di los daging, Pasar Sunggingan, Selasa (16/7/2013).

Dalam video porno tersebut pemeran laki-laki dikabarkan warga Cepogo, nampak menikmati sekali ‘permainannya’ bersama perempuan warga Teras Boyolali tersebut.

Para pedagang yang sudah menyaksikan langsung video porno itu tidak mengetahui pasti lokasi video tersebut dibuat. Namun, dikabarkan film panas ini direkam di sebuah losmen di Selo, Boyolali. Diduga video tersebut diproduksi sebelum Ramadan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian. Namun, warga berharap agar kasus video porno yang sudah beredar luas ini segera terungkap dan kesucian bulan Ramadan tetap terjaga.

(tbn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Denny Bantah Keterlibatan Pertamina EP di Kasus Fuad Amin