Oditur Luruskan Nama Lapas Cebongan

Sidang kasus penyerangan Lapas Klas IIB Sleman (Foto: Prabowo/Okezone)

Oditur Luruskan Nama Lapas Cebongan
YOGYAKARTA - Kepala Oditurat Militer II-11 Yogyakarta, Letkol Budiharto, meluruskan nama Lembaga Pemasyarakat Klas IIB Sleman. Dia menyatakan tidak ada nama Lapas Cebongan.

Istilah Lapas Cebongan itu disebut-sebut dalam sidang kasus yang menyeret 12 prajurit Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kartosuro, Jawa Tengah. Bahkan, istilah 'Lapas Cebongan' lebih banyak disebut dari nama sebenarnya, yakni Lapas Klas IIB Sleman.

"Jadi tidak ada nama Lapas Cebongan, kebetulan lokasi Lapas Klas IIB Sleman ini berada di Cebongan. Saya hanya meluruskan Bapak Majelis Hakim supaya semuanya paham," kata Budiharto di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Rabu (17/7/2013).

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Letkol Joko Sasmito, hari ini masih mengagendakan mendengarkan keterangan saksi. Enam saksi mulai dari saksi 39 hingga saksi 44 untuk kasus yang menyeret tiga terdakwa dalam berkas pertama.

Ketiga terdakwa itu mulai dari terdakwa 1, Serda Ucok Tigor Simbolon, kemudian terdakwa 2 atas nama Serda Sugeng Sumaryanto, dan terdakwa 3 atas nama Koptu Kodik. Sementara enam saksi yang dihadirkan semuanya terlibat saat penyerangan di Lapas Klas IIB Sleman. Lima orang ada dalam berkas kedua sedangkan satu orang berada dalam berkas ketiga.

Mereka, mulai dari Sertu Tri Juanto sebagai saksi 39, Sertu Anjar Rahmanto sebagai saksi 40, Sertu Suprapto sebagai saksi 42, Sertu Herman Siswanto sebagai saki 43, dan Sertu Martinis Roberto sebagai saksi 44. Kelima orang itu juga terjerat kasus yang sama tetapi berada dalam berkas kedua.

Sedangkan seorang lagi atas nama Serda Ihmawan Suprapto sebagai saksi 41. Dia berada dalam berkas terpisah meski terjerat kasus yang sama.

"Status saudara di sini sebagai saksi atas terdakwa 1, 2, dan 3. Meski status saudara saksi, tetapi saudara menjadi terdakwa dalam berkas terpisah," imbuh Budiharto.

Mendengar hal itu, keenam saksi ini dengan suara keras menyampaikan “siap”. Jawaban serupa saat Budiharto kembali menanyakan kesehatan dan kesediaan memberikan kesaksian.

"Apakah saudara saksi sehat dan siap memberikan kesaksian?," tanya Budiharto.

Keenam saksi dengan tegas menyampaikan dalam keadaan sehat dan siap memberikan kesaksian atas perkara dalam berkas pertama. "Siap, sehat," tegas keenam saksi dengan lantang.
(tbn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pembantu yang Bunuh Balita Sempat Keluhkan Kenakalan Anak