Polisi Harus Adil dalam Mengusut Kasus FPI di Kendal

Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi PPP, Ahmad Yani (Foto:Okezone)

Polisi Harus Adil dalam Mengusut Kasus FPI di Kendal
JAKARTA - Kepolisian diminta agar dapat bersikap profesional dalam mengusut kasus yang melibatkan Front Pembela Islam (FPI) dengan warga di Sukoharjo, Kendal, Jawa Tengah.

Anggota Komisi Hukum DPR, Ahmad Yani mengatakan, Kepolisian harus adil dalam mengusut kasus ini. "Saya tidak membela FPI atau masyrakat. Sebab, FPI ini muncul dan melakukan tindakan seperti itu, karena penegakan hukum kita lemah," tegas Yani kepada Okezone, Sabtu (20/7/2013).

Yani menambahkan, saharusnya Kepolisian bisa melakukan pengamanan ekstra selama bulan Ramadan di kawasan lokalisasi tersebut. Sebab, diketahui perjudian dan prostitusi tetap marak terjadi di kawasan itu selama bulan Ramadan.

"Ini ekses dari ketidaktegasan aparat Kepolisian. Sehingga, muncuk sekelompok masyarakat yang merasa bisa melakukan penertiban. Walaupun sebebarnya kelompok itu tidak boleh melakukan penindakan," paparnya.

Setelah Kepolisian, menetapkan supir mobil yang membawa rombongan FPI, Soni Hariono (38) menjadi tersangka karena menabrak pengendara motor Tri Munarti hingga tewas. Namun, Yani meminta, Kepolisian juga mengusut masyarakat yang melakukan pembakaran dan mengungkap dugaan adanya oknum preman yang memprovokasi warga untuk berbuat anarkis kepada FPI pasca kecelakaan itu.

"FPI diduga dihadang. Polisi harus mengusut siapa yang membakar dan merusak mobil-mobil FPI, apakah masyarakat atau premana? Kalau preman mungkin merasa terganggu dengan sweaping seperti ini. Sehingga, memprovokasi pembakaran dan ini juga tidak boleh dibiarkan," Simpulnya.

Saat dikonfirmasi, apakan FPI perlu dibubarkan karena kerap melakukan tindakan anarkis dalam melakukan penertiban tempat-tempat hiburan malam? Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, mengaku harus melalui mekanisme yang ada.

"Kalau pembubaran ini kan ada mekanismenya. Lucu kalau ada anggota komisi hukum yang berkomentar membubarkan FPI, ini seolah tidak mengerti hukum. Harusnya kita harus jernih melihat ini dan hati-hati kalau bicara tidak boleh sembarangan," tuntasnya. 
Sebelumnuya, bentrok antara massa FPI dan warga terjadi di Sukoharjo, Kendal, Jawa Tengah, pada Kamis 18 Juli 2013. Bentrokan ini terjadi saat FPI men-sweeping tempat hiburan di Sukoharjo dan Patean.
 
FPI mendapatkan penolakan dari warga karena beraksi dengan menggunakan kekerasan. Dalam aksi penolakan ini, anggota FPI terlibat kecelakaan dan mengakibatkan korban meninggal dunia. Kerusuhan pun meluas akibat peristiwa kecelakaan itu. Warga yang marah membakar dan merusak mobil yang ditumpangi anggota FPI.  Hingga saat ini, Polres Kendal, Jawa Tengah, menetapkan lima orang sebagai tersangka. (ydh)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Mobil Dinas Presiden Rusia Bertenaga 800 Hp