Kapolri Pilihan SBY Biasanya Tak Ramai Diperbincangkan

|

Kapolri Pilihan SBY Biasanya Tak Ramai Diperbincangkan

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga kini belum mengajukan nama calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia ke DPR. Padahal, masa jabatan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, akan berakhir pada Agustus 2013, setelah masa pensiunnya dipercepat.

 

Namun nama-nama pengganti Timur yang berjumlah sembilan orang sudah diketahui publik yakni, Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar, Kabareskrim Komjen Pol Sutarman, Kalemdikpol Komjen Pol Budi Gunawan, Kadiv Telematika Polri Irjen Pol Seno, Kakorlantas Polri Irjen Pol Pudji Hartanto, Kadiv Hukum Polri Irjen Pol Anton Setiadi, Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Badrodin Haiti, Wakabareskim Irjen Pol Anas Yusuf, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayu.

 

Menurut Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar, beberapa nama yang tersedia tidak ada yang mempunyai kapasitas menjadi Kapolri.

 

"Kapolri itu harus dilihat dari prestasi baiknya, pengalaman, komitmen, dan visinya," kata Haris, kepada wartawan, di Kantor KontraS, Kamis (1/8/2013).

 

Namun, kata dia, baik media maupun LSM harus berkaca saat terpilihnya Timur Pradopo menjadi Kapolri, di mana calon yang jarang disebut malah menjadi pilihan SBY. "Satu rumus media dan LSM yang terlupakan, di mana calon yang tidak ramai disebut biasanya dipilih SBY," ujarnya.

 

Lebih lanjut, dia menjelaskan saat pemilihan Timur sebagai Kapolri SBY sudah merusak tradisi pemilihan kepala korps baju coklat tersebut. "Walaupun tak ada logika pemilihan Polri tak ada yang tetap, namun semestinya berpedoman ke sana," tambahnya.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Mayat dalam Bak Mandi Korban Pembunuhan