Tragedi Penembakan Polisi di Tangsel Resahkan Warga

|

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

Tragedi Penembakan Polisi di Tangsel Resahkan Warga

TANGERANG - Berulang kalinya tragedi penembakan polisi di Tangerang Selatan (Tangsel) meresahkan masyarakat. Pasalnya, belum genap sebulan, tiga kasus penembakan menelan korban empat polisi, terjadi di wilayah pemekaran Kabupaten Tangerang itu.  

 

"Khawatir lah, penembakan polisi ini seperti teror. Bisa-bisa nanti bukan cuma polisi sasarannya," Kata Kokom, seorang warga Tangsel yang ditemui di sekitar rumah Almarhum Aiptu Kus Hendratno, Sabtu (17/8/2013).

 

Hal senada dikatakan Maskuroh, warga Tangsel lainnya. Dia mengatakan akhir-akhir ini keamanan Tangsel terganggu.

 

"Waktu itu beberapa kali teroris ditangkap dan ditembak di Tangsel, teroris digerebek di Tangsel. Sekarang polisi diteror dengan beberapa kasus penembakan, ini meresahkan," ucapnya.

 

Untuk itu, Maskuroh berharap pihak kepolisian segera mengembalikan keamanan dengan mengungkap seluruh kasus teror yang meresahkan warga.

 

Sementara itu, Wakapolresta Tangerang, AKBP K H Siregar saat dikonfirmasi mengenai penembakan dua anggota Polsek Pondok Aren, mengaku belum bisa memberikan informasi lebih dalam.

 

"Penyidikan masih dilakukan," singkatnya.

 

Dia mengatakan, sesuai arahan Wakapolri seluruh anggotanya harus berpasangan saat bertugas. "Instruksi ini sudah sesuai SOP dan kami akan lebih fokuskan," tegasnya.

 

Seperti diketahui, dua anggota Polsek Pondok Aren, Aiptu Kus Hendratno dan Briptu Ahmad Maulana, tewas setelah ditembak orang tidak dikenal di Jalan Graha Raya, Kelurahan Perigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, tepatnya di depan Masjid Bani Umar tidak jauh dari Polsek Pondok Aren, Jumat malam.

 

Aiptu Kus Hendratno tewas dengan luka tembak di kepala, sementara Bripka Ahmad Maulana tewas dengan luka di punggung.

(hol)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan Tindak Korupsi