"Koruptor Canggih Tak Akan Terima Suap di Rumah"

|

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR, Fahri Hamzah menilai, Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kebodohannya sendiri. Menurutnya, jika memang Rudi pintar tak mungkin mau menerima suap di rumah.

"Rudi itu sial saja, karena bodoh terima uang di rumah dinas, terima moge (motor gede) di rumah dinas, mana ada koruptor canggih begitu, orang bego itu. Tapi KPK menikmati orang-orang bego begitu," kata Fahri kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Senin (19/8/2013).

Meski demikian, menurut Fahri, KPK menikmati suasana semacam itu agar citranya dinilai baik. Padahal, menurut dia, guru besar ITB itu bisa jadi tak tertangkap bila KPK mau melakukan perubahan sistem di setiap lembaga negara yang rawan korupsi.

Tapi, lanjutnya, selama ini KPK tidak ada upaya untuk mengubah sistem, melainkan hanya senang menangkap pejabat-pejabat yang menerima suap.

"Misal KPK konsen penataan sistem, maka pertanyaan pertama ditujukan pada orang diberikan kewenangan begitu besar pada SKK, kenapa beri kewenangan orang bisa disogok," ujarnya.

Menurut dia, kasus tangkap tangan terhadap Rudi merupakan kasus penangkapan terbesar yang dilakukan oleh KPK. Oleh sebab itu, Wakil Sekretaris DPP PKS itu mendesak KPK segera mengusulkan perubahan sistem agar meminimalisir terjadinya praktik korupsi.

"KPK bilang ini prestasi operasi tangkap tangan terbesar, oke anggaplah itu prestasi. Tapi itu harus dipertanyakan sebab kalau sistem diubah tidak ada penangkapan begitu," tambah dia.

Bila penangkapan Rudi ini menjadi kebanggaan KPK karena penangkapan terbesar, Fahri mengatakan, bukan hanya Rudi yang bodoh tetapi juga KPK. "Kalau Rudi disebut canggih ya KPK saja bego," pungkasnya.

(trk)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Serangan Udara AS Tewaskan Tiga Pimpinan ISIS