DPR Ingatkan Pengawasan Proyek Jalan di Papua

Wakil Ketua DPR, Pramono Anung (Foto:Okezone)

DPR Ingatkan Pengawasan Proyek Jalan di Papua
JAKARTA - Pimpinan DPR mendukung penuh upaya pemerintah yang terus melakukan perbaikan infrastruktur, dengan pembangunan jalan di provinsi Papua dan Papua Barat dengan melibatkan personel TNI Angkatan Darat (AD).

Pembangunan jalan itu diharapkan bisa memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat Papua, serta memudahkan personil TNI dalam melakukan pengamanan di lokasi yang memang rawan tersebut.

"Saya sebagai salah pimpinan dewan yang mengkordinir Kementerian PU, menurut saya ini langkah yang perlu disuport," kata Wakil Ketua DPR, Pramono Anung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2013).

Hanya saja, politikus senior Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan mengingatkan tentang pengawasan yang dilakukan dalam pengerjaan proyek itu.

"Yang paling penting adalah jangan kemudian karena ini bersifat khusus, tidak ada pengawasan. Kontrol tetap harus dilakukan. Kontrol dan pengawasannya bersama antara Komisi I dan V," tandasnya.

Seperti diketahui, Pasukan TNI AD terus dilibatkan dalam upaya pengamanan dan pembangunan di Papua. Terakhir, TNI AD diberikan tugas untuk membangun 14 ruas jalan dengan total panjang 120 kilometer di Papua dan Papua Barat.

TNI AD sendiri telah meminta perpanjangan waktu yang semula empat bulan menjadi 16 bulan untuk menyelesaikan penggarapan proyek jalan tersebut. Faktor infrastruktur menjadi pertimbangan dari dilibatkanya TNI AD dalam pengerjaan proyek itu.

Proyek ini dikerjakan dengan menggunakan anggaran tahun jamak 2013-2014. Lebih dari 2.000 personil TNI dilibatkan dalam proyek ini. Sedangkan alokasi anggaran yang diajukan oleh Kementerian Pertahanan untuk pembangunan 14 ruas jalan ini adalah sebesar Rp425 miliar.

Untuk realisasinya, anggaran akan diambil dari rekening BA 99, sebuah dana pemerintah yang penggunaannya diputuskan oleh presiden untuk membiayai kebutuhan yang mendesak. (ydh)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ibas: Kita Beri Jokowi Kesempatan 100 Hari