Tolak Tunggakan UMK, Ribuan Buruh Blokir Jalan Depan PTUN

|

Ilustrasi demo

Tolak Tunggakan UMK, Ribuan Buruh Blokir Jalan Depan PTUN

BANDUNG- Sedikitnya 3.000an buruh yang berasal dari Bandung Raya, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Purwakarta, menutup jalan di depan Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Bandung.

Ketua Konselat Cabang FSPMI Bandung Raya, Asep Supriatna, menjelaskan, aksi penutupan jalan tersebut dan kedatangan massa untuk menunggu kesimpulan dari hakim PTUN mengenai gugatan yang telah dilayangkan oleh Presiden KSPI pada April 2013.

"Hari ini bukan putusan, tapi kesimpulan dari gugatan penundaan UMK 2013. Kita berharap hasilnya bisa berpihak pada buruh," tuturnya kepada wartawan di sela-sela aksi, Kamis (5/9/2013).

Dalam gugatannya, buruh menolak SK Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang mengizinkan 257 perusahaan untuk menundak kenaikan gaji para buruh yang seharusnya naik berbarengan dengan kenaikan UMK.

"Kebanyakan itu perusahaan dari Kabupaten Bogor, ada sekira 103 perushaan. Mereka beralasan belum mampu (bayar sesuai UMK). Memang benar mereka (perusahaan) sudah diaudit, namun oleh akuntan publik atau internal saja," tuturnya.

Seharusnya, para buruh saat ini sudah menikmati UMK baru yang hampir seluruh Kabupaten/Kota di Jabar sudah menikmatinya. "Kasihan kan yang ditangguhkan UMK-nya. Misalnya di Bogor, buruh seharusnya gajinya sudah naik Rp700 ribu, tapi nyatanya di 103 perusahan Bogor UMK-nya belum naik," tukasnya.

Pantauan di lapangan, satu lajur di Jalan Diponegoro tempat berdirinya Gedung PTUN Bandung diblokir oleh massa yang berdemo dengan membawa baligo, spanduk, dan panji dari masing-masing serikat pekerja.

Sementara itu, mobil, motor, dan bus yang digunakan untuk datang ke PTUN diparkirkan di sisi jalan. Aksi ini mendapat kawalan ratusan polisi berseragam dan berpakaian preman.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    TOP 1 Luncurkan Kartu "Sakti"