Dilematisnya Kasus Kecelakaan Dul 'Ahmad Dhani'

|

Kondisi mobil Dul (Lancer) pascatabrakan (Foto: Awaluddin/Okezone)

Dilematisnya Kasus Kecelakaan Dul 'Ahmad Dhani'
BANDUNG - Yesmil Anwar, kriminolog dari Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Jawa Barat, menyebut, penyelesaian kasus kecelakaan yang melibatkan Abdul Qodir Jaelani (Dul) dilematis.

Menurutnya, perlu kehati-hatian dari aparat penegak hukum untuk menuntaskannya. Meskipun, di sisi lain, Ahmad Dhani memberi respons positif dan akan bertanggung jawab pada keluarga korban.

Bila ternyata pihak Ahmad Dhani dan keluarga para korban sepakat berdamai, itu merupakan hal positif. Hal itu sah secara hukum.

“Kan kita memiliki yang disebut restorasi justice, bahwa ada semacam keadilan yang bersifat musyawarah antara orang-orang yang terlibat, baik pelaku maupun korban,” terangnya di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/9/2013).

Namun, musyawarah itu juga harus mengikutkan polisi sebagai penegas perdamaian antara dua pihak. Sebaliknya, bila pihak Ahmad Dhani dan keluarga korban berdamai tanpa sepengetahuan polisi, hal itu akan sia-sia.

Artinya, proses hukum akan tetap berlanjut meskipun kedua pihak sudah berdamai. “Mudah-mudahan polisi mampu menangkap semangat dari Ahmad Dhani ini,” ungkapnya.

Ia menilai ada kekhawatiran tersendiri bila kasus ini selesai dengan cara musyawarah. Di kemudian hari bila terjadi kejadian serupa, masyarakat akan beranggapan semua bisa selesai dengan musyawarah, apalagi dengan uang.

“Nanti yang lainnya juga karena banyak uang lalu bisa membantu semua korban, maka semuanya bisa diukur dengan uang. Padahal bukan itu titik persoalannya,” tegasnya.

Persoalan atau pelajaran dari kasus Dul itu adalah bagaimana orangtua memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anak mereka. Anak-anak jangan hanya diberi fasilitas, tanpa memperhatikan sisi pendidikan.

“Persoalannya banyak orangtua yang tidak mengurus anaknya, tidak mendidik anaknya dengan baik. Itulah yang harus dipikirkan oleh kita semua,” tutur pria berusia 59 tahun itu.

Sementara jika kasus itu berlanjut hingga ke pengadilan, perlu kejelian aparat penegak hukum. Dalam kasus Dul membawa mobil sendiri, polisi perlu melihat apakah Ahmad Dhani mengetahui hal itu atau tidak. Jika tahu, maka ia bisa dijerat hukum karena membiarkan anaknya membawa mobil.

“Membiarkan anak melakukan sesuatu yang buruk itu merupakan tanggung jawab orangtua. Kalau begitu, orangtua bisa bertanggung jawab untuk persoalan ini,” paparnya.

Khusus untuk Dul, kata dia, ada undang-undang yang mengaturnya, yaitu undang-undang peradilan anak dan perlindungan anak. Ia pun berharap kasus itu bisa selesai dengan baik dan bisa memberi pelajaran bagi publik, khususnya orangtua tentang bagaimana mendidik anak.
(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Rakyat Akan Tagih Janji Trisakti Jokowi