Mediasi Kisruh Pesangon Pensiunan BRI Dijadwalkan Pekan Ini

|

Ilustrasi (Okezone)

Mediasi Kisruh Pesangon Pensiunan BRI Dijadwalkan Pekan Ini

JAKARTA - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) telah mengagendakan jadwal mediasi soal kisruh tuntutan pembayaran uang pesangon para pensiunan BRI. Mediasi tersebut rencananya kaan digelar pekan ini.

Forum Komunikasi Pensiunan Penuntut Pesangon (FKP3) yang diwakili oleh koordinator wilayah Lampung, Fachri Biran, menyambut baik jadwal mediasi pekan ini. Dia berharap pelaksanaan mediasi tidak lagi ditunda.

"Saya harap secepatnya Kemenakertrans menentukan tanggal pelaksanaan mediasi. Banyak orang nasibnya tergantung dari hasil pertemuan ini. Jadi, jangan digantung-gantung lagi," ujar Fachri Biran dalam keterangannya, Senin (16/9/2013).

Selaku pemohon, pihaknya memastikan bahwa sikap dan suara para pensiunan daerah lebih banyak mendukung upaya mediasi. Ia sangat menyayangkan apabila masih ada oknum pensiunan yang menolak berkompromi.

Koordinator FKP3 Yogyakarta, AG Kabul yang juga pimpinan FKP3 nasional sebelumnya memaksa seluruh pensiunan untuk menolak wacana mediasi dan bersikukuh melancarkan aksinya untuk menggeruduk kantor pusat BRI di Jakarta.

Sayangnya, rencana demo nasional ini tidak didukung oleh pensiunanYogyakarta lainnya. Sekretaris FKP3 Yogyakarta, Hasan Alafi misalnya, dia lebih memprioritaskan upaya mediasi ketimbang berdemonstrasi.

"Kami sebenarnya ingin memilih jalan elegan, tidak pakai demo selagi ruang dialog yang seimbang itu masih terbuka. Pokoknya mau ada penyelesaian secara baik-baik saja jika semua pihak beriktikad baik juga. Mediasi kita tunggu jika itu tulus untuk menemukan solusi. Anggota yang lain juga sama sikapnya. Yang penting jalan yang terbaik, ayo lakukan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Hubungan Industrial (PPHI) Kemenakertrans, Sahat Sinurat membuka kemungkinan mediasi bisa dilakukan dalam pekan ini.

"Surat pengajuannya sudah kami terima, lalu kami sudah kirim surat undangan ke forum pensiunan BRI penuntut pesangon itu. Kita undang mereka tanggal 16 September besok untuk dialog. Kalau bisa mereka datang dong. Soalnya saya diperintah oleh Dirjen langsung supaya diminta klarifikasi," ujarnya.

Pihaknya mengimbau agar perdebatan soal tafsir perundang-undangan soal pesangon ini dapat diselesaikan dengan cara-cara yang dewasa.

"Tapi begini, mereka enggak bisa ngotot harus dapat ini, harus dapat itu. Sebab, acuannya jelas yaitu harus aturan yang berlaku. Bedain dong antara pesangon dan pensiunan. Mereka harus berdialog secara logis pakai aturan hukum (UU Tenaga Kerja), tidak menggunakan tafsir pribadi. Jadi mediasi itu payung hukumnya sangat jelas," tutupnya.

(put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tiga Penambang Emas Ilegal Tewas Keracunan