"Pelaku Perusakan Makam Cucu HB VI Kelompok Preman Besar"

|

Makam Kiai Ageng Prawiropurbo (Foto: Prabowo/Okezone)

YOGYAKARTA - Perusak makam cucu Sultan Hamengku Buwono VI, Kiai Ageng Prawiropurbo, masih berkeliaran. Pelaku yang berjumlah sekira 30 orang belum diketahui rimbanya.

Ketua Paksi Keraton Yogyakarta, Muh Suhud, menduga perusak makam yang terletak di sebelah timur kompleks Makam Pahlawan itu merupakan kelompok preman besar yang ingin merusak tatanan budaya di Yogyakarta.

"Indikasinya preman besar yang ingin merubah budaya, tetapi yang namanya ziarah kubur itu tidak memandang suatu agama tertentu seperti yang saya anut, agama Islam," kata Suhud kepada Okezone di lokasi makam Kiai Ageng Prawiropurbo, Rabu (18/9/2013).

Ia berharap, perusakan makam itu menjadi pendorong bagi pihak yang berkompeten untuk memberi pengawasan terhadap makam. Terlebih, makam-makam yang memiliki sejarah dan sering dikunjungi untuk berziarah.

"Kami dari Paksi Keraton memang ruang lingkupnya pada pengamanan di lingkungan Keraton, kalau diberi tugas mengamankan makam, kami siap secara suka rela," katanya.

Suhud mengakui tugas pengamanan makam bukan pada tanggung jawabnya. Pasalnya, pengamanan makam yang terdapat tokoh maupun raja-raja dan keluarganya dijaga oleh Abdi Dalem.

"Kalau lokasi ini bukan dijaga Abdi Dalem, tetapi dijaga ahli waris garis keturunan dan warga sekitar," jelasnya.

Pantauan Okezone, lokasi makam masih dibiarkan dengan kondisi acak-acakan. Coretan “syirik haram” dengan cat semprot warna putih masih terlihat jelas. Begitu juga dengan kondisi di dalam makam yang batu nisan atasnya dirusak juga masih dibiarkan.

"Memperbaiki agar seperti sedia kala gampang, karena yang dirusak hanya perabotan seperti payung, kendi pecah, dan batu nisan bagian atasnya dijatuhkan, tetapi belum boleh dibetulin sama ahli warisnya," jelasnya.

(tbn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kejagung Sita Aset Udar Pristono