Polisi Periksa Kandungan Miras Oplosan yang Tewaskan 9 Orang

|

Ilustrasi

Polisi Periksa Kandungan Miras Oplosan yang Tewaskan 9 Orang
SURABAYA - Polisi masih mengembangkan kasus tewasnya sembilan orang yang diduga keracunan minuman keras (miras) oplosan. Sampel miras oplosan bernama Cukrik itu sedang diteliti untuk diketahi kandungannya.

"Saat ini kami sedang memeriksakan kandungan miras ke laboratorium. Untuk mengetahui kandungan miras hingga peminumnya tewas," ujar Kapolsek Sawahan, Kompol Manang Soebeti, Jumat (20/9/2013).

Sebelumnya, polisi telah menetapkan penjua miras oplosan, Ismail (51), sebagai tersangka serta menelusuri idenstitas penyuplai miras tersebut. Saat pemeriksaan, Ismail mengaku ragu dengan kandungan miras yang dijualnya. Sebab, aroma miras berbeda dengan sejumlah miras yang dijualnya.

Rupanya, keraguan Warga Pakis Wetan, Gang V, Surabaya, itu mengalahkan niatnya untuk memperoleh keuntungan. "Tersangka mengaku ragu sejak mirasnya datang. Miras itu memang aromanya lain dibanding biasanya," kata Manang.
 
Akibat barang dagagannya, Ismail terancam dijerat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Dalam UU tersebut dijelaskan, mengedarkan atau menjual makanan atau minuman tanpa izin edar terancaman kurungan dua tahun penjara, menjual makanan atau minuman yang mengakibatkan luka berat ancaman kurungan tujuh tahun penjara, dan menjual makanan atau minuman yang menyebabkan orang meninggal dunia ancaman kurungan 10 tahun penjara.

Seperti diberitakan, akibat pesta miras oplosan di Kompleks Pakis Wetan, Surabaya, sembilan orang tewas. Mereka adalah Suhari, warga Juwingan; Lintar, warga Jalan Dupak; Martoyo alias Brengos (53), warga Pakis; Toto, warga Pakis; Soleh, warga Pakis; Yudi, warga Pakis Wetan; Yanto, warga Pakis Wetan; Wakhid, warga Pakis Wetan; dan Toyo, warga Pakis Wetan. (ris)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    'Pak Jokowi, Jangan Pilih Menteri yang Melanggar HAM'