"Kebijakan Mobil Murah Sudah Salah Sejak Awal"

JAKARTA- Pemerintah berencana membuka keran bagi masyarakat untuk membeli mobil dengan harga murah lewat kebijakan Low Cost Green Car (LCGC). Kebijakan tersebut dinilai mendadak dan terkesan dipaksakan.

"Kebijakan mobil murah itu sudah salah sejak awal, konsepnya sudah salah. Kebijakan ini terlalu terburu-buru," kata pengamat otomotif, Suhari Sargo saat berbincang dengan okezone, Minggu (22/9/2013).

Suhari mengungkapkan, meskipun pemasaran mobil murah akan disebarluaskan ke berbagai daerah, nantinya, populasi mobil tersebut justru akan membengkak di wilayah perkotaan. "Seharusnya mobil itu dipasarkan ke daerah tertinggal, lagipula jenisnya sebaiknya bukan city car. Sekarang kan mobilnya jenis perkotaan. Kebijakan ini harus dikaitkan dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)," katanya.

Bila dijual di perkotaan, kehadiran mobil murah justru akan menambah persoalan, seperti kemacetan. "Bayangkan, panjang jalan di Indonesia cuma 160 km per satu juta penduduk, Thailand satusudah lebih dari 800 km per  juta penduduk, Korea 1.000 km, dan Jepang 8.800 km per satu juta penduduk," ucap Suhari.

Suhari mengatakan, langkah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menolak kebijakan murah itu sudah tepat. “Dia sebagai penanggung jawab tentunya tak ingin Jakarta tambah macet,” katanya.
(ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pembunuh Satu Kelurga di Jombang Pantas Dihukum Mati