Disiram Air Keras, Mahasiswi Binus Belum Bisa Melihat

|

Disiram Air Keras, Mahasiswi Binus Belum Bisa Melihat

JAKARTA - Mahasiswi Binus Lynia Davega (19) masih terbaring lemas di Rumah Sakit Royal Taruma, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Pihak keluarga pun mengaku khawatir dengan kondisi kedua mata korban setelah disiram air keras.

 

"Kami khawatir dengan kondisi kedua matanya, yang mengalami pembengkakan," ujar kakak korban, Fuad Hamdani di Rumah Sakit Royal Taruma, Selasa (8/10/2013).

 

Kini, korban masih dirawat intensif di lantai 3A nomor 375 di Rumah Sakit Royal Taruma. "Menurut dokter kondisinya mengalami luka bakar kategori stadium tiga," lanjutnya.

 

Hingga saat ini, pihak keluarga sangat menyayangkan tidak ada niat baik dari pihak keluarga pelaku untuk meminta maaf, atau mengunjungi korban.

 

Lynia Davega disiram air keras oleh mantan pacarnya, Riki Halim Levin (23). Menurut kakak korban, Fuad Hamdani (26), penyiraman diduga karena pelaku sakit hati diputuskan oleh korban. "Dia (Riki) diputuskan sama adik saya, mereka pacaran baru dua bulan," ujar Fuad.

 

Selain itu, kata dia, korban juga kerap mendapat teror dari warga Pademangan, Jakarta Utara itu. "Dia juga suka neror adik saya, lewat SMS, dan BlackBerry Messenger," lanjutnya.

 

Bentuk teror yang dilakukan pelaku, lanjut Fuad, yakni akan melukai seluruh anggota keluarga korban. "Dia bilang ke adik saya, dia mau celakain kakak-kakaknya. Mau menyantet," lanjutnya.

 

Akibat penyiram air keras tersebut, Lynia menderita luka bakar di sekujur tubuhnya, seperti di bagian wajah, dada sebelah kanan, kedua tangan, paha kanan, dan tungkai kaki kanan. Hingga kini polisi masih memburu Riki Halim Levin (23) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Gatot Ingatkan Nusron Selesaikan "PR" BNP2TKI