Ini Kronologi KM Akau Jaya Sembilan Sebelum Dihantam Ombak

Kapal Akau Jaya Sembilan terdampar (Foto: Markus/Sindo Radio)

Ini Kronologi KM Akau Jaya Sembilan Sebelum Dihantam Ombak
GUNUNGKIDUL - Kapal motor (KM) Akau Jaya Sembilan yang dihantam ombak hingga terdampar di Pantai Toro Udan, Kanigoro, Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY, terdapat sembilan orang. 

Sekretaris SAR Baron, Surisdiyanto, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Basarnas lintas provinsi dari Semarang, Cilacap, dan Bali. Informasi yang diperoleh kapal tersebut berisi sembilan orang, yakni Sutaryo sebagai nahkoda, Tarif sebagai mualim, Aleksander (ABK), Yanto (KKM), Riyatno (ABK), Maksudi (ABK), Johan Tala Haju (ABK), Hendrik (ABK), dan Farel Maulani (ABK).

Dijelaskannya, kapal tersebut berlayar dari Pulau Bali menuju Cilacap, Jawa Tengah, untuk melakukan perbaikan. Selesai diperbaiki kapal berangkat dari Cilacap pada Rabu 9 Oktober sekira pukul 05.30 WIB. Kapal diduga mengalami masalah mesin saat tiba di perairan Pantai Baron pada Rabu malam sekira pukul 21.00 WIB.

"Petugas SAR sudah melakukan pemantauan terhadap kapal tersebut sejak malam," kata Surisdiyanto, Kamis (10/10/2013).

Petugas SAR menerima informasi jika kapal yang dinahkodai Sutaryo tersebut karam di sekitar wilayah Pantai Toro Udan, sekira pukul 05.30 WIB. "Kami langsung menerjunkan kekuatan penuh untuk membantu evakuasi," jelasnya.

SAR menerjunkan 55 petugas untuk mengevakuasi korban menggunakan sebuah kapal. Selain itu tim SAR juga menyisir melalui darat di dua lokasi yakni tebing Pantai Baron dan Ngrenehan.

"Kami melakukan penyisiran sejak pukul 06.00 WIB," ucapnya.

Dia menambahkan, tim SAR berhasil mengevakuasi sesosok jenazah dari Pantai Nguyahan dan dibawa ke Pos SAR Pantai Baron, sekira pukul 08.00 WIB. "Saat ini jenazah sudah dikirim ke RS Bhayangkara Polda DIY," pungkasnya.
(tbn)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Video Mesum Resahkan Warga Prabumulih