Kapolri Instruksikan Polwan Beli Jilbab Sendiri

Selasa, 19 November 2013 14:55 wib | Fiddy Anggriawan - Okezone

Kapolri Instruksikan Polwan Beli Jilbab Sendiri Ilustrasi (Dok Okezone) JAKARTA - Polemik penggunaan jilbab oleh polisi wanita (Polwan) terus bergulir. Namun, Kapolri Jenderal Sutarman, membebaskan kepada para polwan jika ingin menggunakan jilbab saat berdinas.
 
"Itu hak asasi seseorang, saya sudah sampaikan kepada anggota kalau misalnya ada anggota yang mau pakai silahkan," jelas Kapolri kepada wartawan di Ruang Rapat Utama, Jakarta, Selasa (19/11/2013).
 
Namun, Kapolri menegaskan pihaknya belum memiliki anggaran yang cukup untuk membuat seragam khusus buat Polwan berjilbab. "Anggaran belum ada, kalau mau beli silakan. Contohnya kan sudah ada. Mulai besok kalau ada yang mau pakai saat tugas tidak masalah," pungkasnya.
 
Larangan memakai jilbab tertuang dalam Keputusan Kapolri Nomor Pol: Skep/702/IX/2005 tentang sebutan penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS polisi. Penggunaan jilbab dinilai melanggar aturan seragam Polri.
 
Namun Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Agus Rianto menerangkan bahwa tidak ada klausul larangan kepada anggota Polwan untuk mengenakan jilbab saat melaksanakan tugasnya.
 
Dalam klausul Skep Kapolri nomor 702 tidak disebutkan adanya larangan menggunakan jilbab tersebut. "Tak ada klausul dalam Skep Kapolri nomor 702 yang melarang Polwan menggunakan jilbab," jelas Agus beberapa waktu lalu.
 
Agus menambahkan Polri hanya mengatur seragam bagi anggota Polri dan PNS Polri agar tertib kecuali Polwan yang bertugas di Aceh memang diharuskan memakai jilbab atau kerudung.
 
Sebelumnya, 12 Ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) meminta kepolisian segera membuat aturan mengenai polisi wanita (Polwan) berjilbab. Desakan itu muncul sebagai upaya untuk menghentikan polemik Polwan berjilbab.
(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »