Inilah Penyebab Banjir di Manado Versi Walhi

|

Inilah Penyebab Banjir di Manado Versi Walhi

JAKARTA- Musibah banjir bandang melanda Manado beberapa hari lalu. Akibatnya, belasan orang meninggal dan ratusan pemukiman warga hanyut. Banjir bandang ini merupakan bencana terdahsyat sepanjang 2013 hingga 2014.

Menurut Manager Penanganan Bencana WALHI Nasional, Mukri Friatna, bencana tersebut terjadi lantaran kawasan perbukitan dan pergunungan di Manado digundul. Bahkan, tanahnya diambil untuk menutupi pesisir pantai yang akan dijadikan reklamasi perumahan.

Sehingga kata dia, kondisi sungai yang menyerupai katapel meluap kedataran rendah yakni ke kawasan kota.  "Bencana Manado, itu sungainya kan  kayak ketapel, sementara di kawasan hulunya dikeruk buat nutup di bagian bawah di laut. Bagian hilirnya direklamasi. Bukit digerus, nutup laut buat reklamasi bikin rumah," jelas Mukri usai menjadi pembicara diskusi Polemik Sindo Radio 'Bencana Kita' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/1/2014).

Dia mengakui belum mengetahui secara pasti berapa besar dampak kerusakan akibat alih fungsi lahan di kawasan Manado. Namun, pengerukan daerah perbukitan menjadi penyebab utama bencana banjir. Apalagi kata dia, Manado adalah kota terpadat setelah Makasar. 

"Kalau angka belum punya. Kota Manado dua kali setengah kota Jakarta, kota terpadat kedua setelah Makasar," tegas dia.

Berbeda dengan kawasan Minahasa Utara, daerah itu justru lebih baik dari Manado. Namun, bila pemerintah daerah tak mengantisipasinya hal serupa juga akan menimpa Kota Minahasa Utara.

"Minahasa Utara jauh lebih baik, daerah hijaunya lebih baik. Dengan catatan apabila pemerintah lebih waspada dan mengantisapasi perusakan alam agar bencana serupa tak menimpa Minahasa Utara," pungkasnya.

(ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Korban Tukang Ojek Mesum Dipaksa Nonton Film Porno