Berkas 5 Tersangka Korupsi Mobil Toilet Pemprov DKI Siap Disidangkan

Ilustrasi (Foto:Okezone)

Ilustrasi (Foto:Okezone)

JAKARTA - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung telah merampungkan berkas lima tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi, dalam pengadaan kendaraan mobil toilet VVIP besar dan toilet kecil pada Dinas Kebersihan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2009. Dugaan korupsi tersebut ditaksir senilai Rp5,3 miliar lebih.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi, mengatakan seluruh berkas perkara kelima orang tersangka tersebut telah dinyatakan lengkap alias P21.

"Berdasarkan Surat Nomor: B-6/F.3/Ft.1/12/2013 tanggal 20 Desember 2013 untuk tersangka Yolanda Daniel selaku Direktur Utama PT. Gipindo Piranti Insani," jelas Untung saat ditemui di Kejagung, Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Sementara, berdasarkan surat Nomor: B-02/F.3/Ft.1/02/2014 tanggal 6 Februari 2014, Mantan Kabid Sarana dan Prasarana Kebersihan Dinas Kebersihan Propinsi DKI Jakarta selaku Kuasa Pengguna Anggaran, Lubis Latief, juga sudah lengkap.
 
"Surat Nomor: B-08/F.3/Ft.1/03/2014 tanggal 11 Maret 2014 untuk Tersangka Ir. Eko Bharuna, MT selaku Mantan Kepala Dinas Kebersihan Propinsi DKI Jakarta," sambungnya.

Selain itu, untuk tersangka ke empat yakni Direktur Utama PT. Astrasea Pasirindo, Yusman Pasaribu dinyatakan lengkap berdasarkan Surat Nomor: B-14/F.3/Ft.1/03/2014 tanggal 14 Maret 2014.

"Terakhir Surat Nomor: B-21/F.3/Ft.1/03/2014 tanggal 18 Maret 2014 untuk Tersangka Aryadi PNS dan selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa," terangnya.

Tahap selanjutnya, Kejagung akan melakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka ke penyidik ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. "Dengan didasarkan Pasal 8 Ayat (3) huruf b KUHAP, penyerahan tanggung jawab para tersangka dan barang bukti secepatnya dilaksanakan oleh Penyidik," tandasnya.

Sebelumnya,Kejagung melakukan penyidikan kasus korupsi pengadaan kendaraan mobil toilet VVIP besar dan toilet kecil pada Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta tahun anggaran 2009 yang diduga merugikan negara sebesar Rp5,328 miliar.

Hasilnya, Kejagung sudah menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus tersebut, Kasus tersebut bernomor penyidikan 61/F.2/Fd.1/04/2013.
(ydh)
berikan komentar anda Lakukan Login untuk Komentar tanpa moderasi.
0 komentardisclaimer
breaking news x