BloobIS Bawa Leo ke MIT

Foto : BloobIS Bawa Leo ke MIT/ITS

Foto : BloobIS Bawa Leo ke MIT/ITS

JAKARTA - Masih ingat dengan aplikasi Blood Bank Information System (BloobIS) besutan sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya? Aplikasi tersebut sukses mengantarkan salah seorang inovatornya mencicipi salah satu kampus teknik terbaik di dunia, yakni Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Mahasiswa itu ialah Leonika Sari Njoto Boedioetomo. Leo -begitu dia biasa disapa- berkesempatan mengikuti MIT Entrepreneurship Bootcamp di kampus MIT, Amerika Serikat (AS). Kesempatan itu diraihnya secara cuma-cuma alias gratis.

Leo mendapat undangan MIT Entreprenurship Bootcamp setelah menyelesaikan kuliah online pada situs EdX. "Saat itu saya mendapat email yang berisi ajakan untuk mendaftar ke Bootcamp tersebut. Karena lokasi Bootcamp itu adalah di MIT, saya pun memutuskan untuk mendaftar," kata Leo, seperti dinukil dari ITS Online, Senin (8/9/2014).

Undangan itu ternyata membutuhkan biaya yang sangat banyak, yakni sekira USD6 ribu atau setara dengan Rp 65 juta. Namun, MIT juga menyediakan beasiswa bagi para mahasiswa yang inovatif.

"Dana sebesar itu tentu tidak dapat saya dapatkan. Namun, ternyata MIT memberikan beasiswa untuk acara ini kepada beberapa peserta yang berpotensi dan memilki ide yang inovatif," ungkapnya.

Maka, Leo pun memutuskan untuk mendaftar dan mengikuti setiap seleksi. Dalam Bootcamp ini, tercatat 561 pendaftar, 220 orang lolos wawancara, dan 48 orang yang diputuskan bisa berangkat ke MIT. Hebatnya, Leo termasuk ke dalam daftar peserta yang berangkat ke MIT.

Namun, keterbatasan dana yang dimiliki Leo ternyata menjadi hambatan sendiri. Mahasiswa asal Surabaya itu memutuskan untuk melepaskan kesempatan tersebut hingga suatu hari mendapat telepon langsung dari MIT.

Pada telepon pertama, Leo mendapat selamat langsung dari panitia Bootcamp karena berhasil masuk ke dalam daftar peserta yang ikut Bootcamp. Dalam percakapan tersebut, dia mengungkapkan ketidaksanggupan dalam pembayaran.

Keesokan harinya, dia mendapat telepon lagi dari orang yang sama. "Panitia tersebut meminta saya untuk mencari sponsor. Namun karena saya sulit mencari link, saya menyatakan ketidaksanggupan saya," urai Leo.

Tak disangka, dia mendapat kembali mendapat telepon untuk ketiga. Senang bukan kepalang karena pihak MIT menyatakan Leo sebagai salah satu penerima beasiswa untuk mengikuti MIT Entrepreneurship Bootcamp.

"Sepertinya pihak MIT menyukai inovasi yang saya ajukan, yaitu Blood Bank Information System (BloobIS). Saya mengajukan inovasi ini karena saya adalah salah satu tim dari BloobIS," katanya.

BloobIS adalah satu layanan informasi yang menghubungkan antara penyedia dan pencari darah. Visi utama dari BloobIS ini adalah agar tidak ada orang yang meninggal karena kurangnya atau terlambatnya donor darah.

(mrg)
Live Streaming
Logo
breaking news x