Branding Harus Terbuka Pada Perubahan

Upaya branding akan efektif jika kita terbuka pada perubahan dunia yang sangat cepat. (Foto: Margaret P/Okezone)

Upaya branding akan efektif jika kita terbuka pada perubahan dunia yang sangat cepat. (Foto: Margaret P/Okezone)

JAKARTA - Brand memiliki nilai penting dalam sebuah produk baik berupa barang maupun jasa. Namun, untuk menetapkan sebuah brand tidak bisa hanya melihat dari sisi logo.

Demikian disampaikan Associate Design Director DM ID Edy Galaxcy saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk "Building the Nation through Branding" di Universitas Bina Nusantara (Binus). Menurut Edy, brand akan efektif jika berhasil mengembangkan seluruh unsur di dalamnya, baik logo maupun sumber daya manusia (SDM) atau karyawan.

"Brand yang keren harus bisa menyentuh hati konsumen. Brand tidak bisa hanya dilihat dari logo tapi holistik atau keseluruhan. Kalau hanya investasi pada logo, tidak efektif," ujar Edy di Kampus Binus Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis (2/10/2014).

Menurut Edy, saat ini industri branding berhadapan dengan tiga masalah utama. Pertama, dunia yang sama. Maksudnya, setiap brand bisa menawarkan produk serupa.

"Kedua, dunia yang cut, copy, dan paste. Kemudian ketiga, dunia yang cepat. Brand harus berubah seiring waktu untuk bisa bersaing," paparnya.

Oleh karena itu, Edy mengibaratkan pertumbuhan brand layaknya manusia. Mulai dari bayi hingga akhirnya dewasa. Semua tahapan itu harus dilewati dengan kompetensi yang memadai.

"Ketika bayi diajarkan untuk merangkak, kemudian balita diajarkan berjalan. Diberikan kompetensi yang memang sesuai dengan usianya. Jangan sampai ketika usianya tua ternyata masih bermental anak-anak. Demikian pula dengan branding, harus selalu terbuka untuk perubahan," tutur Edy.

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x