Peringati Hari Batik, UMY Mbatik Massal

Mahasiswa UMY menggelar acara membatik massal dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. (Foto: dok. UMY)

Mahasiswa UMY menggelar acara membatik massal dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. (Foto: dok. UMY)

JAKARTA - Banyak cara kaum muda memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober. Seperti yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi (HIMIE) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan menggelar acara membatik massal.

Berlokasi di lobi Lantai Dasar Gedung D UMY, para mahasiswa beramai-ramai mengenakan baju batik. Puluhan mahasiswa pun rela mengantre demi memuaskan rasa penasaran untuk menjajal sensasi melukis menggunakan canting di kain putih berpola batik sepanjang empat meter.

Ketua Penyelenggara Adilah Awanis menuturkan, batik merupakan salah satu identitas bangsa yang harus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda. Sebab kain bergambar asli yang sudah umum digunakan masyarkat Indonesia itu telah memiliki reputasi Internasional.

"UNESCO dalam situs resminya menyebutkan batik Indonesia kaya akan simbol-simbol dan motif yang bertautan erat dengan status sosial, kebudayaan lokal, alam dan sejarah. Tak heran kain warisan nenek moyang Bangsa Indonesia itu juga kerap dikenakan oleh tokoh dunia seperti Nelson Mandela," ungkap Adilah, seperti dinukil dari situs UMY, Kamis (2/10/2014)

Adilah berharap, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ajang sosialisasi hari batik nasional kepada mahasiswa UMY. Selain itu, praktik membatik secara langsung juga mampu memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait proses pembuatan baju batik yang kerap mereka kenakan sehingga muncul rasa cinta generasi muda terhadap batik.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini mahasiswa minimal menyadari kalau hari ini hari batik nasional dan juga hari batik dunia. Dengan kegiatan membatik secara langsung ini, mahasiswa juga mengetahui proses dan alat cara bikin batik, ternyata banyak yang baru tau kalau proses pembuatan batik seperti ini,” ujarnya.

Salah seorang peserta, yakni Rizki Pratama mengaku mengetahui 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional maka dia sengaja datang ke kampus mengenakan baju batik. Demikian pula dengan proses menghasilkan batik. Namun, Rizki tetap penasaran untuk menggoreskan canting pada kain putih itu dan menghasilkan batik utuh.

“Saya hari ini memang sengaja mengenakan batik, karena saya tahu hari ini Hari Batik Nasional, saya ingin memperingatinya. Saya juga sengaja hadir di sini pagi-pagi untuk merasakan bagaimana cara dan proses membatik, apalagi saya bisa mencobanya secara langsung seperti sekarang ini,” kata Rizki.

Selain membatik, mahasiswa yang hadir di sekitar kegiatan juga dimintai untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk solidaritas menjaga batik sebagai warisan budaya.

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x