Presiden Rusia Ingin Perdamaian di Ukraina

Presiden Rusia ingin perdamaian di Ukraina. (Foto: Reuters)

Presiden Rusia ingin perdamaian di Ukraina. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin angkat bicara soal gencatan senjata yang tercapai di Ukraina. Gencatan senjata ini dicapai demi mengembalikan kondisi yang kondusif di Ukraina.

 

Namun, seperti diketahui gencatan senjata tersebut dirusak oleh tindakan baku tembak antar beberapa pihak yang bertikai. Akibatnya, saling tuding siapa yang harus bertanggungjawab tak terelakan lagi.

 

Menanggapi hal ini, Galuzin menyebut Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara barat sangat berperan dalam pelanggaran gencatan senjata ini. Pasalnya, as dan barat terus melakukan intervensi terhadap kebijakan-kebijakan yang disetujui saat krisis.

 

"Negara Barat dan AS sudah merusak beberapa langkah yang diambil terkait gencatan senjata di Ukraina," sebut Galuzin di Jakarta, Kamis (2/10/2014).

 

Tidak cuma itu, Galuzin pun menyatakan, segala ide damai seperti penarikan tentara, pertukaran tawanan dan langkah-langkah lain yang diwujudkan dalam protokeler Minsk merupakan inisiatif dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

 

Komentar Galuzin ini ditujukannya demi membenarkan fakta gencatan senjata yang dinilainya sudah banyak menyimpang. "Inisiatif perdamaian tersebut berasal dari Presiden kami bukan dari Presiden AS Barack Obama," lanjut Galuzin.

 

"AS dan Barat bahkan terus mendukung pemerintah Ukraina saat ini yang secara jelas sudah melakukan pelanggara terhadap demokrasi," pungkas dia. (hmr)

(rhs)
Live Streaming
Logo
breaking news x