Jokowi Harus Jadi "Panglima Lobi" KIH

Jokowi Harus Jadi Panglima Lobi KIH

Jokowi Harus Jadi Panglima Lobi KIH

JAKARTA- Kemenangan telak Koalisi Merah Putih di parlemen tak bisa dilepaskan dari lemahnya kemampuan juru lobi Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Puan Maharani yang menjadi tumpuan negosiasi dianggap gagal berkomunikasi dengan KMP.

Publik kini berharap kepada Presiden Terpilih, Joko Widodo, untuk tampil menjadi "panglima lobi" KIH. Jokowi dinilai memiliki rekam jejak sempurna dalam hal lobi, baik saat memimpin Solo maupun Jakarta. Terakhir, Jokowi berhasil mengajak pimpinan DPR, DPD, dan MPR duduk bersama dalam perjamuan makan.

"Sebaiknya memang Jokowi yang memimpin lobi," kata Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah, A Bakir Hasan, di Jakarta, Senin (13/10/2014).

Menurut Bakir, seharusnya sedari awal Jokowi membangun komunikasi dan pendekatan intens dengan Koalisi Merah Putih (KMP). Sayangnya, Jokowi terlampau percaya pada petinggi partai pendukung.

"Ini bisa karena beberapa faktor. Pertama, sikap politik Jokowi yang wait and see. Hal ini bisa dilihat pula pada penentuan atau pengumuman kabinet yang masih teka-teki. Kedua, masih dominannya pengaruh Megawati atau PDI-P yang kurang lincah dalam komunikasi dan lobi politik. Hal ini mengulang kegagalan PDIP pada 1999 yang saat itu sebagai partai pemenang tapi gagal memimpin parlemen," tuturnya.

Padahal, kata Bakir, sudah saatnya Jokowi melepaskan diri dari bayang-bayang Megawati. Sebab, status Jokowi adalah Presiden yang harus menjadi "panglima" seluruh pasukan di pemerintahannya. Termasuk dalam memecahkan masalah, Jokowi sepantasnya tidak terlalu mengandalkan Megawati, Puan atau Surya Paloh.

Hal ini, sambung Bakir, juga dipandang penting untuk menepis stigma Jokowi sebagai Presiden boneka.

Peneliti dari Poltracking Institute, Arya Budi, berpendapat senada. Menurut Arya, idealnya Jokowi bahkan berkedudukan sebagai pemimpin koalisi. Dengan begitu,  Jokowi mesti ikut campur dalam proses negosiasi dan lobi. Termasuk dengan parlemen.

Karena faktanya, kata dia, kemampuan lobi Puan yang menjadi pemimpin lobi KIH tidak maksimal. Jokowilah yang harus kemudian menggantikan peran puan sebagai panglima lobi KIH.

(ugo)
breaking news x