Kisruh TNI-AP II, Presiden Turun Tangan

Kisruh TNI-AP II, Presiden turun tangan

Kisruh TNI-AP II, Presiden turun tangan

SURABAYA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan atas kisruh rebutan lahan antara TNI-AL dan PT Angkasa Pura I Surabaya. Konflik antara kedua instansi ini berdampak terhadap penutupan akses jalan menuju Bandara Juanda dilakukan oleh TNI-AL pada 12 Maret 2015.

Akhirnya, Presiden Jokowi mengeluarkan perintah kepada TNI-AL untuk membuka akses jalan menuju terminal 2 Bandara Juanda terhitung sejak Kamis (9/4/2015). Pemerintah meminta kedua belah pihak untuk menanggalkan masalah pribadi untuk kepentingan publik.

Pembukaan akses jalan ini setelah Presiden melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi meminta TNI-AL untuk membuka akses jalan. Dalam pertemuan di ruang VIP Bandara Juanda tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan perwakilan PT AP 1, TNI-AL, dan termasuk Menteri Yuddy.

"Terkait dengan adanya masalah perseteruan internal antara TNI-AL selaku pemilik lahan dan PT AP 1 selaku pengelola bandara. Presiden perintahkan agar kedua instansi meninggalkan ego sektoral di antara instansi pemerintah yang bisa merugikan kepentingan publik," kata Menteri Yuddy di Surabaya, Kamis (9/4/2015).

Masalah ini berawal dari belum selesaianya masalah sengketa lahan antara TNI-AL dan PT AP I selaku pengelola Bandara Juanda Surabaya. Akibat perseteruan antara dua instansi tersebut, TNI-AL menutup paksa akses jalan menuju Bandara.

Imbasnya, pihak maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan AirAsia mengalami kerugian miliaran rupiah lantaran lumpuhnya aktifitas kargo yang berlangsung dalam sebulan ini.

"Saya berharap, agar masalah ini tidak diperpanjang dan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat," ujar Yuddy.

(MSR)
breaking news x